Konsep dasar dan ruang lingkup Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

 Konsep dasar dan ruang lingkup Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

megivornika2@gmail.com


1. Konsep Dasar Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

Islam tidak hanya dipahami sebagai agama ritual, tetapi juga sebagai sistem nilai dan pandangan hidup (worldview) yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Konsep dasarnya meliputi:

a. Tauhid

1)    Prinsip utama Islam: keesaan Allah.

2)    Dalam ilmu sosial humaniora, tauhid melahirkan:

a)    Kesetaraan manusia

b)    Penolakan penindasan dan diskriminasi

c)    Tanggung jawab sosial

b. Manusia sebagai Khalifah

1)    Manusia adalah pemimpin dan pengelola bumi.

2)    Implikasinya:

a)    Etika sosial

b)    Keadilan sosial

c)    Kepedulian terhadap lingkungan

c. Akhlaq dan Nilai Moral

1)    Islam menekankan akhlak: jujur, adil, amanah, empati.

2)    Menjadi dasar etika dalam:

a)    Politik

b)    Ekonomi

c)    Budaya

d)    Pendidikan

d. Keadilan (al-‘adl) dan Kemaslahatan (maslahah)

1)    Tujuan utama hukum dan kehidupan sosial Islam.

2)    Ilmu sosial Islam berorientasi pada kesejahteraan umat, bukan sekadar keuntungan material.

2. Ruang Lingkup Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

Islam berinteraksi dengan berbagai cabang ilmu sosial dan humaniora, antara lain:

a. Sosiologi

1)    Struktur sosial umat Islam

2)    Interaksi sosial berbasis nilai keislaman

3)    Solidaritas sosial (zakat, infak, wakaf)

b. Antropologi

1)    Islam sebagai budaya dan tradisi

2)    Praktik keagamaan dalam masyarakat lokal

3)    Akulturasi Islam dengan budaya setempat

c. Ilmu Politik

1)    Konsep kepemimpinan (amanah, syura)

2)    Etika kekuasaan

3)    Hubungan negara dan agama

d. Ekonomi

1)    Ekonomi Islam (zakat, riba, bagi hasil)

2)    Keadilan distribusi kekayaan

3)    Etika bisnis Islami

e. Sejarah

1)    Perkembangan peradaban Islam

2)    Peran Islam dalam pembentukan masyarakat

3)    Dinamika sosial-politik umat Islam

f. Hukum dan Etika

1)    Hukum Islam (fiqh) dalam kehidupan sosial

2)    Hak asasi manusia dalam perspektif Islam

3)    Moralitas publik

g. Pendidikan dan Kebudayaan

1)    Pendidikan berbasis nilai Islam

2)    Islam dalam seni, sastra, dan budaya

3)    Pembentukan karakter manusia (insan kamil)

3. Tujuan Kajian Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

1)    Memahami Islam secara kontekstual dan historis

2)    Mengintegrasikan nilai Islam dengan realitas sosial

3)    Mewujudkan masyarakat adil, bermoral, dan berperadaban

4)    Menjawab tantangan modernitas dengan perspektif Islam

KONSEP ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA (ISH)

MEGI VORNIKA, M.Pd

megivornika2@gmail.com

1. Pengertian Dasar

Islam adalah agama yang bersumber dari wahyu Allah (Al-Qur’an dan Sunnah) yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (ḥabl min Allāh), sesama manusia (ḥabl min al-nās), dan alam. Ilmu Sosial Humaniora adalah rumpun ilmu yang mempelajari manusia, masyarakat, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan, seperti:

  1. Sosiologi
  2. Antropologi
  3. Sejarah
  4. Ilmu Politik
  5. Ekonomi
  6. Psikologi
  7. Filsafat
  8. Kajian budaya dan sastra

2. Landasan Konseptual Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

a.    Ontologi (Hakikat Realitas) Dalam Islam: Realitas tidak hanya material, tetapi juga spiritual dan moral. Manusia dipandang sebagai makhluk jasmani–rohani, individu sekaligus makhluk sosial. Masyarakat dipahami sebagai bagian dari rencana ilahi (sunnatullah).

b.    Epistemologi (Sumber Pengetahuan) Ilmu Sosial Humaniora dalam perspektif Islam bersumber dari: Wahyu (Al-Qur’an dan Hadis), Akal (rasio dan ijtihad), Pengalaman empiris (observasi sosial), Sejarah dan tradisi manusia. Dengan demikian, Islam tidak menolak metode ilmiah, tetapi mengarahkannya agar selaras dengan nilai wahyu.

c.    Aksiologi (Tujuan dan Nilai). Tujuan ISH dalam Islam adalah: Mewujudkan keadilan sosial, Menjaga martabat manusia (karāmah insāniyyah). Mencapai kemaslahatan (maṣlaḥah) dan menolak kerusakan (mafsadah). Mengabdi kepada Allah (‘ibādah dalam makna luas)

3. Prinsip-Prinsip Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

Beberapa prinsip utama:

  1. Tauhid → kesatuan ilmu dan kehidupan
  2. Keadilan (‘adl) → dasar analisis sosial
  3. Amanah dan tanggung jawab → etika kekuasaan dan ilmu
  4. Persamaan (musāwah) → menolak diskriminasi
  5. Musyawarah (shūrā) → partisipasi sosial dan politik

4. Integrasi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora

Integrasi dapat dilakukan melalui:

  1. Islamisasi ilmu pengetahuan (Ismail Raji al-Faruqi)
  2. Integrasi–interkoneksi ilmu (Amin Abdullah)
  3. Pendekatan interdisipliner antara teks (wahyu) dan konteks (realitas sosial)

Contoh: Sosiologi Islam adalah masyarakat berbasis nilai keadilan dan ukhuwah. Ekonomi Islam adalah kesejahteraan, bukan sekadar profit. Politik Islam adalah etika kekuasaan dan kepemimpinan amanah.

5. Relevansi Kontemporer

Konsep Islam dan ISH relevan untuk:

  1. Isu kemiskinan dan ketimpangan sosial
  2. Hak asasi manusia dalam perspektif Islam
  3. Pluralisme dan toleransi
  4. Gender dan keadilan sosial
  5. Etika media, budaya, dan globalisasi

6. Kesimpulan

Islam dan Ilmu Sosial Humaniora bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dapat saling melengkapi. Islam memberikan kerangka nilai dan tujuan, sementara ISH menyediakan metode analisis realitas sosial. Integrasi keduanya melahirkan ilmu yang ilmiah, etis, dan humanis.

 

BAHAN AJAR

ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA

A. Identitas Mata Kuliah

Mata Kuliah : Islam dan Ilmu Sosial Humaniora

Bobot : 2 SKS

Program Studi : (dapat disesuaikan)

Fakultas: FTIK

B. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah Islam dan Ilmu Sosial Humaniora membahas hubungan antara ajaran Islam dan perkembangan ilmu-ilmu sosial serta humaniora. Kajian ini menekankan integrasi nilai-nilai keislaman dengan pendekatan ilmiah dalam memahami realitas sosial, budaya, politik, ekonomi, dan kemanusiaan. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis fenomena sosial secara kritis, ilmiah, dan berlandaskan etika Islam.

C. Capaian Pembelajaran

Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan konsep dasar Islam dan Ilmu Sosial Humaniora.
  2. Memahami landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis ilmu dalam perspektif Islam.
  3. Menganalisis fenomena sosial dengan pendekatan integratif antara wahyu dan ilmu pengetahuan.
  4. Mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kajian sosial dan kemanusiaan secara kontekstual.

D. Pokok Bahasan dan Materi

1. Pengertian Islam dan Ilmu Sosial Humaniora

1.1 Pengertian Islam

Islam adalah agama yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. sebagai pedoman hidup manusia. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, baik hubungan manusia dengan Allah (ḥabl min Allāh), hubungan antarmanusia (ḥabl min al-nās), maupun hubungan manusia dengan alam.

1.2 Pengertian Ilmu Sosial Humaniora

Ilmu Sosial Humaniora adalah rumpun ilmu yang mempelajari manusia sebagai individu dan makhluk sosial, meliputi perilaku, nilai, budaya, struktur sosial, serta dinamika kehidupan masyarakat. Ilmu ini mencakup sosiologi, antropologi, sejarah, ekonomi, politik, psikologi, dan filsafat.

2. Landasan Keilmuan dalam Perspektif Islam

2.1 Ontologi Ilmu Sosial Humaniora dalam Islam

Ontologi Islam memandang realitas sebagai kesatuan antara dimensi material dan spiritual. Manusia diposisikan sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki tanggung jawab sebagai hamba (‘abd) dan khalifah di bumi. Oleh karena itu, realitas sosial tidak dipahami semata-mata sebagai fakta empiris, tetapi juga memiliki dimensi moral dan transendental.

2.2 Epistemologi Ilmu Sosial Humaniora dalam Islam

Epistemologi Islam bersumber dari:

  1. Wahyu (Al-Qur’an dan Hadis),
  2. Akal (rasio dan ijtihad),
  3. Pengalaman empiris,
  4. Sejarah dan realitas sosial.

Islam mengakui metode ilmiah, tetapi menempatkannya dalam kerangka nilai wahyu agar ilmu tidak terlepas dari etika dan tujuan kemanusiaan.

2.3 Aksiologi Ilmu Sosial Humaniora dalam Islam

Aksiologi Islam menekankan bahwa ilmu harus membawa kemaslahatan. Tujuan ilmu sosial dalam Islam adalah mewujudkan keadilan sosial, menjaga martabat manusia, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang seimbang dan beradab.

3. Prinsip-Prinsip Islam dalam Kajian Sosial Humaniora

Prinsip-prinsip utama yang menjadi dasar kajian sosial dalam Islam antara lain:

  1. Tauhid, sebagai dasar kesatuan ilmu dan kehidupan.
  2. Keadilan (‘adl), sebagai landasan relasi sosial.
  3. Persamaan (musāwah), yang menolak segala bentuk diskriminasi.
  4. Amanah, sebagai prinsip etika dalam kekuasaan dan keilmuan.
  5. Musyawarah (shūrā), sebagai dasar pengambilan keputusan sosial dan politik.

4. Integrasi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora

Integrasi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora dilakukan melalui pendekatan interdisipliner yang menghubungkan teks keagamaan dengan konteks sosial. Beberapa model integrasi yang berkembang antara lain: Islamisasi ilmu pengetahuan, Integrasi-interkoneksi ilmu, Pendekatan kritis terhadap ilmu sosial Barat. Integrasi ini bertujuan melahirkan ilmu sosial yang bersifat ilmiah, etis, dan berorientasi pada kemanusiaan.

5. Relevansi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora dalam Kehidupan Kontemporer

Kajian Islam dan Ilmu Sosial Humaniora relevan dalam menjawab berbagai persoalan modern, seperti:

  1. Kemiskinan dan ketimpangan sosial,
  2. Hak asasi manusia,
  3. Pluralisme dan toleransi beragama,
  4. Isu gender dan keadilan sosial,
  5. Globalisasi dan perubahan budaya.

Islam memberikan kerangka nilai, sementara ilmu sosial menyediakan alat analisis untuk memahami dan menyelesaikan persoalan tersebut.

E. Metode Pembelajaran

  1. Ceramah interaktif
  2. Diskusi kelompok
  3. Studi kasus
  4. Penugasan individu dan kelompok

F. Evaluasi Pembelajaran

  1. Partisipasi dan keaktifan kelas
  2. Tugas tertulis
  3. Ujian Tengah Semester (UTS)
  4. Ujian Akhir Semester (UAS)

G. Daftar Pustaka (Contoh)

Abdullah, M. Amin. (2012). Islamic Studies di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Al-Faruqi, Ismail Raji. (1984). Islamization of Knowledge. Herndon: IIIT.
Nasr, Seyyed Hossein. (1994). Science and Civilization in Islam. Chicago: ABC International.

KUIS

ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA

A. Soal Benar – Salah

Pilih Benar (B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut!

  1. Islam hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah dan tidak mencakup aspek sosial.
  2. Ilmu Sosial Humaniora mempelajari manusia sebagai individu sekaligus makhluk sosial.
  3. Dalam perspektif Islam, realitas hanya dipahami dalam dimensi material.
  4. Wahyu merupakan salah satu sumber pengetahuan dalam epistemologi Islam.
  5. Ilmu Sosial Humaniora dalam Islam bersifat bebas nilai dan netral secara moral.
  6. Konsep keadilan merupakan prinsip utama dalam kajian sosial Islam.
  7. Musyawarah merupakan prinsip Islam dalam pengambilan keputusan sosial dan politik.
  8. Islamisasi ilmu pengetahuan bertujuan memisahkan ilmu dari nilai-nilai keagamaan.
  9. Integrasi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora bertujuan menghilangkan dikotomi ilmu.
  10. Ilmu dalam Islam harus diarahkan pada kemaslahatan umat manusia.

Kunci Jawaban Benar – Salah

  1. S
  2. B
  3. S
  4. B
  5. S
  6. B
  7. B
  8. S
  9. B
  10. B

B. Soal Pilihan Ganda

Pilih satu jawaban yang paling tepat!

  1. Ilmu Sosial Humaniora adalah ilmu yang mempelajari tentang …
    a. Fenomena alam secara fisik
    b. Hubungan manusia dengan teknologi
    c. Manusia dan dinamika kehidupan sosial
    d. Hukum alam dan matematika
  2. Dalam Islam, manusia diposisikan sebagai …
    a. Makhluk biologis semata
    b. Makhluk sosial tanpa dimensi spiritual
    c. Hamba dan khalifah di muka bumi
    d. Penguasa mutlak atas alam
  3. Istilah ḥabl min al-nās merujuk pada …
    a. Hubungan manusia dengan alam
    b. Hubungan manusia dengan Allah
    c. Hubungan antarmanusia
    d. Hubungan manusia dengan ilmu
  4. Landasan ontologis membahas tentang …
    a. Metode penelitian
    b. Hakikat realitas
    c. Tujuan ilmu
    d. Nilai moral
  5. Menurut Islam, realitas sosial dipengaruhi oleh …
    a. Faktor ekonomi semata
    b. Kekuasaan politik
    c. Nilai, moral, dan spiritual
    d. Teknologi modern
  6. Sumber pengetahuan utama dalam Islam adalah …
    a. Akal
    b. Pengalaman empiris
    c. Wahyu
    d. Tradisi
  7. Aksiologi ilmu membahas tentang …
    a. Hakikat ilmu
    b. Sumber ilmu
    c. Metode penelitian
    d. Tujuan dan nilai ilmu
  8. Tujuan Ilmu Sosial Humaniora dalam perspektif Islam adalah …
    a. Menguasai alam
    b. Mengembangkan teknologi
    c. Mewujudkan kemaslahatan dan keadilan sosial
    d. Menghasilkan teori bebas nilai
  9. Prinsip tauhid dalam kajian ilmu menekankan …
    a. Pemisahan agama dan ilmu
    b. Kesatuan antara iman, ilmu, dan amal
    c. Dominasi rasio
    d. Kebebasan nilai
  10. Prinsip musyawarah dalam Islam berkaitan dengan …
    a. Ibadah ritual
    b. Hubungan manusia dengan alam
    c. Pengambilan keputusan bersama
    d. Aktivitas ekonomi
  11. Islam menolak diskriminasi karena bertentangan dengan prinsip …
    a. Amanah
    b. Musyawarah
    c. Persamaan (musāwah)
    d. Ijtihad
  12. Islamisasi ilmu pengetahuan bertujuan untuk …
    a. Menghilangkan ilmu modern
    b. Memisahkan ilmu dan agama
    c. Mengintegrasikan nilai Islam dalam ilmu
    d. Menolak metode ilmiah
  13. Ilmu Sosial Humaniora bersifat penting karena mampu …
    a. Menjelaskan hukum alam
    b. Memahami realitas sosial manusia
    c. Menghitung data statistik semata
    d. Menggantikan ajaran agama
  14. Salah satu isu kontemporer yang dikaji dalam Islam dan Ilmu Sosial Humaniora adalah …
    a. Astronomi
    b. Fisika nuklir
    c. Hak asasi manusia
    d. Kimia organik
  15. Ilmu dalam perspektif Islam harus digunakan secara …
    a. Bebas tanpa batas
    b. Netral dan independen
    c. Bertanggung jawab dan etis
    d. Individualistis

Kunci Jawaban Pilihan Ganda

  1. c
  2. c
  3. c
  4. b
  5. c
  6. c
  7. d
  8. c
  9. b
  10. c
  11. c
  12. c
  13. b
  14. c
  15. c

 

TUGAS PROYEK

ANALISIS FENOMENA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA

A. Deskripsi Tugas

Mahasiswa diminta melakukan analisis terhadap satu fenomena sosial aktual yang terjadi di masyarakat dengan menggunakan pendekatan Ilmu Sosial Humaniora serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai dan prinsip Islam. Proyek ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan aplikatif dalam memahami realitas sosial secara ilmiah dan beretika.

B. Tujuan Tugas

Setelah menyelesaikan tugas proyek ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi dan menjelaskan fenomena sosial secara sistematis.
  2. Menganalisis fenomena sosial menggunakan konsep Ilmu Sosial Humaniora.
  3. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam (tauhid, keadilan, amanah, kemaslahatan) dalam analisis sosial.
  4. Menyusun laporan ilmiah sesuai kaidah akademik dan EYD/PUEBI.

C. Bentuk dan Ketentuan Tugas

  • Jenis Tugas: Proyek individu atau kelompok (3–4 orang)
  • Objek Kajian: Fenomena sosial aktual (pilih satu), misalnya:
    • Kemiskinan dan ketimpangan sosial
    • Pengangguran dan pekerja informal
    • Isu toleransi dan pluralisme
    • Media sosial dan perilaku generasi muda
    • Ketidakadilan gender
    • Krisis moral dalam kehidupan publik

D. Langkah-Langkah Pengerjaan

  1. Menentukan satu fenomena sosial yang relevan dan aktual.
  2. Mengumpulkan data melalui studi pustaka, observasi sederhana, atau wawancara terbatas.
  3. Menganalisis fenomena tersebut menggunakan konsep Ilmu Sosial Humaniora (sosiologi, antropologi, ekonomi, atau politik).
  4. Mengaitkan hasil analisis dengan nilai-nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan pemikiran tokoh Islam.
  5. Merumuskan solusi atau rekomendasi yang berlandaskan prinsip kemaslahatan.

E. Sistematika Laporan

Laporan disusun dengan ketentuan berikut:

  1. Pendahuluan
    • Latar belakang
    • Rumusan masalah
    • Tujuan penulisan
  2. Tinjauan Teoretis
    • Konsep Ilmu Sosial Humaniora
    • Prinsip Islam yang relevan
  3. Pembahasan
    • Deskripsi fenomena sosial
    • Analisis integratif Islam dan Ilmu Sosial Humaniora
  4. Penutup
    • Kesimpulan
    • Rekomendasi
  5. Daftar Pustaka

F. Ketentuan Teknis

  • Panjang laporan: 8–10 halaman (spasi 1,5)
  • Font: Times New Roman, ukuran 12
  • Kertas: A4
  • Bahasa: Bahasa Indonesia baku sesuai EYD/PUEBI
  • Sistem sitasi: APA Style atau Chicago Style

 

G. Kriteria Penilaian

Aspek Penilaian

Bobot

Ketepatan pemilihan fenomena

20%

Analisis Ilmu Sosial Humaniora

30%

Integrasi nilai-nilai Islam

30%

Sistematika dan kebahasaan

20%

Total

100%

 

H. Luaran Tugas

  • Laporan tertulis
  • Presentasi singkat (10–15 menit)

RUBRIK PENILAIAN

MATA KULIAH ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA

 

A. Komponen dan Bobot Penilaian

No

Komponen Penilaian

Bobot

1

Kehadiran

15%

2

Aktivitas Partisipasi

15%

3

Hasil Proyek

10%

4

Tugas

20%

5

Ujian Tengah Semester

30%

6

Ujian Akhir Semester

30%

Total

100%

 

B. Rubrik Penilaian Per Komponen

1. Kehadiran (15%)

Persentase Kehadiran

Skor

100–90%

85–100

89–80%

75–84

79–70%

65–74

69–60%

55–64

< 60%

0–54

Kriteria: Kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan tatap muka/daring sesuai ketentuan akademik.

2. Aktivitas dan Partisipasi (15%)

Kriteria

Sangat Baik (85–100)

Baik (75–84)

Cukup (65–74)

Kurang (<65)

Keaktifan diskusi

Aktif, argumentatif, relevan

Aktif dan relevan

Kadang berpartisipasi

Pasif

Kualitas pendapat

Analitis dan berbasis konsep

Logis

Deskriptif

Tidak relevan

Sikap akademik

Etis, menghargai

Cukup etis

Kurang konsisten

Tidak etis

 

3. Hasil Proyek (10%)

Aspek

Sangat Baik (85–100)

Baik (75–84)

Cukup (65–74)

Kurang (<65)

Ketepatan topik

Sangat relevan

Relevan

Kurang fokus

Tidak relevan

Analisis

Mendalam dan integratif

Analitis

Deskriptif

Dangkal

Integrasi nilai Islam

Kuat dan kontekstual

Cukup jelas

Terbatas

Tidak ada

Sistematika

Sangat rapi

Rapi

Kurang rapi

Tidak sistematis

 

4. Tugas (20%)

Kriteria

Sangat Baik (85–100)

Baik (75–84)

Cukup (65–74)

Kurang (<65)

Ketepatan waktu

Tepat waktu

Terlambat ≤2 hari

Terlambat ≤5 hari

>5 hari

Substansi

Komprehensif

Cukup

Terbatas

Tidak sesuai

Bahasa dan EYD

Sangat baik

Baik

Cukup

Kurang

 

5. Ujian Tengah Semester (UTS) – 30%

Kriteria

Sangat Baik (85–100)

Baik (75–84)

Cukup (65–74)

Kurang (<65)

Pemahaman konsep

Sangat kuat

Baik

Cukup

Lemah

Ketepatan jawaban

Sangat tepat

Tepat

Kurang tepat

Tidak tepat

Sistematika jawaban

Sangat runtut

Runtut

Kurang runtut

Tidak runtut

6. Ujian Akhir Semester (UAS) – 30%

Kriteria

Sangat Baik (85–100)

Baik (75–84)

Cukup (65–74)

Kurang (<65)

Analisis integratif

Sangat komprehensif

Baik

Cukup

Dangkal

Argumentasi

Kuat dan logis

Logis

Lemah

Tidak logis

Relevansi jawaban

Sangat relevan

Relevan

Kurang relevan

Tidak relevan

 

 

 

 

 

C. Rumus Nilai Akhir

Nilai Akhir =
(15% × Kehadiran) + (15% × Partisipasi) + (10% × Proyek) +
(20% × Tugas) + (30% × UTS) + (30% × UAS)

D. Konversi Nilai Akhir

Rentang Nilai

Huruf

85–100

A

80–84

A–

75–79

B+

70–74

B

65–69

C+

60–64

C

<60

D/E

 

Comments

BELAJAR (ILMU) PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pemahaman terhadap Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Sejarah Perkembangan Ilmu Sosial dalam Islam & Tokoh-tokoh Islam dalam Ilmu Sosial

Pendekatan Ilmu Sosial dalam Islam & Metodologi dalam kajian sosial- keislaman

Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat