Konsep dasar dan ruang lingkup Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora
Konsep dasar dan ruang lingkup Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora
megivornika2@gmail.com
1. Konsep Dasar Islam dalam
Ilmu Sosial Humaniora
Islam
tidak hanya dipahami sebagai agama ritual, tetapi juga sebagai sistem
nilai dan pandangan hidup (worldview) yang mengatur hubungan manusia
dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Konsep dasarnya meliputi:
a. Tauhid
1)
Prinsip utama Islam: keesaan Allah.
2)
Dalam ilmu sosial humaniora, tauhid melahirkan:
a)
Kesetaraan manusia
b)
Penolakan penindasan dan diskriminasi
c)
Tanggung jawab sosial
b. Manusia sebagai
Khalifah
1) Manusia
adalah pemimpin dan pengelola bumi.
2) Implikasinya:
a)
Etika sosial
b)
Keadilan sosial
c)
Kepedulian terhadap lingkungan
c. Akhlaq dan Nilai Moral
1) Islam
menekankan akhlak: jujur, adil, amanah, empati.
2) Menjadi
dasar etika dalam:
a)
Politik
b)
Ekonomi
c)
Budaya
d)
Pendidikan
d. Keadilan (al-‘adl)
dan Kemaslahatan (maslahah)
1) Tujuan
utama hukum dan kehidupan sosial Islam.
2) Ilmu
sosial Islam berorientasi pada kesejahteraan umat, bukan sekadar keuntungan
material.
2. Ruang Lingkup Islam dalam
Ilmu Sosial Humaniora
Islam berinteraksi dengan
berbagai cabang ilmu sosial dan humaniora, antara lain:
a. Sosiologi
1) Struktur
sosial umat Islam
2) Interaksi
sosial berbasis nilai keislaman
3) Solidaritas
sosial (zakat, infak, wakaf)
b. Antropologi
1) Islam
sebagai budaya dan tradisi
2) Praktik
keagamaan dalam masyarakat lokal
3) Akulturasi
Islam dengan budaya setempat
c. Ilmu Politik
1) Konsep
kepemimpinan (amanah, syura)
2) Etika
kekuasaan
3) Hubungan
negara dan agama
d. Ekonomi
1) Ekonomi
Islam (zakat, riba, bagi hasil)
2) Keadilan
distribusi kekayaan
3) Etika
bisnis Islami
e. Sejarah
1) Perkembangan
peradaban Islam
2) Peran
Islam dalam pembentukan masyarakat
3) Dinamika
sosial-politik umat Islam
f. Hukum dan Etika
1) Hukum
Islam (fiqh) dalam kehidupan sosial
2) Hak
asasi manusia dalam perspektif Islam
3) Moralitas
publik
g. Pendidikan dan
Kebudayaan
1) Pendidikan
berbasis nilai Islam
2) Islam
dalam seni, sastra, dan budaya
3) Pembentukan
karakter manusia (insan kamil)
3. Tujuan Kajian Islam dalam
Ilmu Sosial Humaniora
1) Memahami
Islam secara kontekstual dan historis
2) Mengintegrasikan
nilai Islam dengan realitas sosial
3) Mewujudkan
masyarakat adil, bermoral, dan berperadaban
4) Menjawab
tantangan modernitas dengan perspektif Islam
KONSEP
ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA (ISH)
MEGI
VORNIKA, M.Pd
1.
Pengertian Dasar
Islam
adalah agama yang bersumber dari wahyu Allah (Al-Qur’an dan Sunnah) yang
mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (ḥabl min Allāh), sesama manusia
(ḥabl min al-nās), dan alam. Ilmu Sosial Humaniora adalah rumpun
ilmu yang mempelajari manusia, masyarakat, budaya, dan nilai-nilai
kemanusiaan, seperti:
- Sosiologi
- Antropologi
- Sejarah
- Ilmu Politik
- Ekonomi
- Psikologi
- Filsafat
- Kajian budaya dan sastra
2.
Landasan Konseptual Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora
a. Ontologi
(Hakikat Realitas) Dalam Islam: Realitas tidak hanya material,
tetapi juga spiritual dan moral. Manusia dipandang sebagai makhluk
jasmani–rohani, individu sekaligus makhluk sosial. Masyarakat dipahami
sebagai bagian dari rencana ilahi (sunnatullah).
b. Epistemologi
(Sumber Pengetahuan) Ilmu Sosial Humaniora dalam perspektif Islam
bersumber dari: Wahyu (Al-Qur’an dan Hadis), Akal (rasio
dan ijtihad), Pengalaman empiris (observasi sosial), Sejarah dan
tradisi manusia. Dengan demikian, Islam tidak menolak metode ilmiah,
tetapi mengarahkannya agar selaras dengan nilai wahyu.
c. Aksiologi
(Tujuan dan Nilai). Tujuan ISH dalam Islam adalah: Mewujudkan keadilan
sosial, Menjaga martabat manusia (karāmah insāniyyah). Mencapai kemaslahatan
(maṣlaḥah) dan menolak kerusakan (mafsadah). Mengabdi kepada
Allah (‘ibādah dalam makna luas)
3.
Prinsip-Prinsip Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora
Beberapa
prinsip utama:
- Tauhid → kesatuan
ilmu dan kehidupan
- Keadilan (‘adl) →
dasar analisis sosial
- Amanah dan tanggung jawab →
etika kekuasaan dan ilmu
- Persamaan (musāwah) →
menolak diskriminasi
- Musyawarah (shūrā) →
partisipasi sosial dan politik
4.
Integrasi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora
Integrasi
dapat dilakukan melalui:
- Islamisasi ilmu pengetahuan (Ismail
Raji al-Faruqi)
- Integrasi–interkoneksi ilmu (Amin
Abdullah)
- Pendekatan interdisipliner antara
teks (wahyu) dan konteks (realitas sosial)
Contoh:
Sosiologi Islam adalah masyarakat berbasis nilai keadilan dan ukhuwah. Ekonomi
Islam adalah kesejahteraan, bukan sekadar profit. Politik Islam adalah etika
kekuasaan dan kepemimpinan amanah.
5.
Relevansi Kontemporer
Konsep
Islam dan ISH relevan untuk:
- Isu kemiskinan dan ketimpangan
sosial
- Hak asasi manusia dalam
perspektif Islam
- Pluralisme dan toleransi
- Gender dan keadilan sosial
- Etika media, budaya, dan globalisasi
6.
Kesimpulan
Islam
dan Ilmu Sosial Humaniora bukan dua hal yang bertentangan,
melainkan dapat saling melengkapi. Islam memberikan kerangka nilai dan
tujuan, sementara ISH menyediakan metode analisis realitas sosial.
Integrasi keduanya melahirkan ilmu yang ilmiah, etis, dan humanis.
BAHAN AJAR
ISLAM DAN ILMU SOSIAL
HUMANIORA
A.
Identitas Mata Kuliah
Mata
Kuliah : Islam dan Ilmu Sosial Humaniora
Bobot : 2
SKS
Program
Studi : (dapat disesuaikan)
Fakultas:
FTIK
B.
Deskripsi Mata Kuliah
Mata
kuliah Islam dan Ilmu Sosial Humaniora membahas hubungan antara ajaran Islam
dan perkembangan ilmu-ilmu sosial serta humaniora. Kajian ini menekankan
integrasi nilai-nilai keislaman dengan pendekatan ilmiah dalam memahami
realitas sosial, budaya, politik, ekonomi, dan kemanusiaan. Mahasiswa
diharapkan mampu menganalisis fenomena sosial secara kritis, ilmiah, dan
berlandaskan etika Islam.
C.
Capaian Pembelajaran
Setelah
mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan konsep dasar Islam dan Ilmu
Sosial Humaniora.
- Memahami landasan ontologis,
epistemologis, dan aksiologis ilmu dalam perspektif Islam.
- Menganalisis fenomena sosial dengan
pendekatan integratif antara wahyu dan ilmu pengetahuan.
- Mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam
kajian sosial dan kemanusiaan secara kontekstual.
D.
Pokok Bahasan dan Materi
1.
Pengertian Islam dan Ilmu Sosial Humaniora
1.1
Pengertian Islam
Islam
adalah agama yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. sebagai
pedoman hidup manusia. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, baik hubungan
manusia dengan Allah (ḥabl min Allāh), hubungan antarmanusia (ḥabl
min al-nās), maupun hubungan manusia dengan alam.
1.2
Pengertian Ilmu Sosial Humaniora
Ilmu
Sosial Humaniora adalah rumpun ilmu yang mempelajari manusia sebagai individu
dan makhluk sosial, meliputi perilaku, nilai, budaya, struktur sosial, serta
dinamika kehidupan masyarakat. Ilmu ini mencakup sosiologi, antropologi,
sejarah, ekonomi, politik, psikologi, dan filsafat.
2.
Landasan Keilmuan dalam Perspektif Islam
2.1
Ontologi Ilmu Sosial Humaniora dalam Islam
Ontologi
Islam memandang realitas sebagai kesatuan antara dimensi material dan
spiritual. Manusia diposisikan sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki
tanggung jawab sebagai hamba (‘abd) dan khalifah di bumi. Oleh karena
itu, realitas sosial tidak dipahami semata-mata sebagai fakta empiris, tetapi
juga memiliki dimensi moral dan transendental.
2.2
Epistemologi Ilmu Sosial Humaniora dalam Islam
Epistemologi
Islam bersumber dari:
- Wahyu (Al-Qur’an dan Hadis),
- Akal (rasio dan ijtihad),
- Pengalaman empiris,
- Sejarah dan realitas sosial.
Islam
mengakui metode ilmiah, tetapi menempatkannya dalam kerangka nilai wahyu agar
ilmu tidak terlepas dari etika dan tujuan kemanusiaan.
2.3
Aksiologi Ilmu Sosial Humaniora dalam Islam
Aksiologi
Islam menekankan bahwa ilmu harus membawa kemaslahatan. Tujuan ilmu sosial
dalam Islam adalah mewujudkan keadilan sosial, menjaga martabat manusia, serta
menciptakan kehidupan masyarakat yang seimbang dan beradab.
3.
Prinsip-Prinsip Islam dalam Kajian Sosial Humaniora
Prinsip-prinsip
utama yang menjadi dasar kajian sosial dalam Islam antara lain:
- Tauhid, sebagai dasar
kesatuan ilmu dan kehidupan.
- Keadilan (‘adl),
sebagai landasan relasi sosial.
- Persamaan (musāwah),
yang menolak segala bentuk diskriminasi.
- Amanah, sebagai prinsip
etika dalam kekuasaan dan keilmuan.
- Musyawarah (shūrā),
sebagai dasar pengambilan keputusan sosial dan politik.
4.
Integrasi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora
Integrasi
Islam dan Ilmu Sosial Humaniora dilakukan melalui pendekatan interdisipliner
yang menghubungkan teks keagamaan dengan konteks sosial. Beberapa model
integrasi yang berkembang antara lain: Islamisasi ilmu pengetahuan, Integrasi-interkoneksi
ilmu, Pendekatan kritis terhadap ilmu sosial Barat. Integrasi ini bertujuan
melahirkan ilmu sosial yang bersifat ilmiah, etis, dan berorientasi pada
kemanusiaan.
5.
Relevansi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora dalam Kehidupan Kontemporer
Kajian
Islam dan Ilmu Sosial Humaniora relevan dalam menjawab berbagai persoalan
modern, seperti:
- Kemiskinan dan ketimpangan sosial,
- Hak asasi manusia,
- Pluralisme dan toleransi beragama,
- Isu gender dan keadilan sosial,
- Globalisasi dan perubahan budaya.
Islam
memberikan kerangka nilai, sementara ilmu sosial menyediakan alat analisis
untuk memahami dan menyelesaikan persoalan tersebut.
E.
Metode Pembelajaran
- Ceramah interaktif
- Diskusi kelompok
- Studi kasus
- Penugasan individu dan kelompok
F.
Evaluasi Pembelajaran
- Partisipasi dan keaktifan kelas
- Tugas tertulis
- Ujian Tengah Semester (UTS)
- Ujian Akhir Semester (UAS)
G.
Daftar Pustaka (Contoh)
Abdullah,
M. Amin. (2012). Islamic Studies di Perguruan Tinggi. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Al-Faruqi, Ismail Raji. (1984). Islamization of Knowledge. Herndon:
IIIT.
Nasr, Seyyed Hossein. (1994). Science and Civilization in Islam.
Chicago: ABC International.
ISLAM
DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA
A.
Soal Benar – Salah
Pilih Benar
(B) atau Salah (S) pada pernyataan berikut!
- Islam hanya mengatur hubungan manusia
dengan Allah dan tidak mencakup aspek sosial.
- Ilmu Sosial Humaniora mempelajari manusia
sebagai individu sekaligus makhluk sosial.
- Dalam perspektif Islam, realitas hanya
dipahami dalam dimensi material.
- Wahyu merupakan salah satu sumber
pengetahuan dalam epistemologi Islam.
- Ilmu Sosial Humaniora dalam Islam bersifat
bebas nilai dan netral secara moral.
- Konsep keadilan merupakan prinsip utama
dalam kajian sosial Islam.
- Musyawarah merupakan prinsip Islam dalam
pengambilan keputusan sosial dan politik.
- Islamisasi ilmu pengetahuan bertujuan
memisahkan ilmu dari nilai-nilai keagamaan.
- Integrasi Islam dan Ilmu Sosial Humaniora
bertujuan menghilangkan dikotomi ilmu.
- Ilmu dalam Islam harus diarahkan pada
kemaslahatan umat manusia.
Kunci
Jawaban Benar – Salah
- S
- B
- S
- B
- S
- B
- B
- S
- B
- B
B.
Soal Pilihan Ganda
Pilih satu
jawaban yang paling tepat!
- Ilmu Sosial Humaniora adalah ilmu yang
mempelajari tentang …
a. Fenomena alam secara fisik
b. Hubungan manusia dengan teknologi
c. Manusia dan dinamika kehidupan sosial
d. Hukum alam dan matematika - Dalam Islam, manusia diposisikan sebagai …
a. Makhluk biologis semata
b. Makhluk sosial tanpa dimensi spiritual
c. Hamba dan khalifah di muka bumi
d. Penguasa mutlak atas alam - Istilah ḥabl min al-nās merujuk
pada …
a. Hubungan manusia dengan alam
b. Hubungan manusia dengan Allah
c. Hubungan antarmanusia
d. Hubungan manusia dengan ilmu - Landasan ontologis membahas tentang …
a. Metode penelitian
b. Hakikat realitas
c. Tujuan ilmu
d. Nilai moral - Menurut Islam, realitas sosial dipengaruhi
oleh …
a. Faktor ekonomi semata
b. Kekuasaan politik
c. Nilai, moral, dan spiritual
d. Teknologi modern - Sumber pengetahuan utama dalam Islam
adalah …
a. Akal
b. Pengalaman empiris
c. Wahyu
d. Tradisi - Aksiologi ilmu membahas tentang …
a. Hakikat ilmu
b. Sumber ilmu
c. Metode penelitian
d. Tujuan dan nilai ilmu - Tujuan Ilmu Sosial Humaniora dalam perspektif
Islam adalah …
a. Menguasai alam
b. Mengembangkan teknologi
c. Mewujudkan kemaslahatan dan keadilan sosial
d. Menghasilkan teori bebas nilai - Prinsip tauhid dalam kajian ilmu
menekankan …
a. Pemisahan agama dan ilmu
b. Kesatuan antara iman, ilmu, dan amal
c. Dominasi rasio
d. Kebebasan nilai - Prinsip musyawarah dalam Islam berkaitan
dengan …
a. Ibadah ritual
b. Hubungan manusia dengan alam
c. Pengambilan keputusan bersama
d. Aktivitas ekonomi - Islam menolak diskriminasi karena
bertentangan dengan prinsip …
a. Amanah
b. Musyawarah
c. Persamaan (musāwah)
d. Ijtihad - Islamisasi ilmu pengetahuan bertujuan
untuk …
a. Menghilangkan ilmu modern
b. Memisahkan ilmu dan agama
c. Mengintegrasikan nilai Islam dalam ilmu
d. Menolak metode ilmiah - Ilmu Sosial Humaniora bersifat penting
karena mampu …
a. Menjelaskan hukum alam
b. Memahami realitas sosial manusia
c. Menghitung data statistik semata
d. Menggantikan ajaran agama - Salah satu isu kontemporer yang dikaji
dalam Islam dan Ilmu Sosial Humaniora adalah …
a. Astronomi
b. Fisika nuklir
c. Hak asasi manusia
d. Kimia organik - Ilmu dalam perspektif Islam harus
digunakan secara …
a. Bebas tanpa batas
b. Netral dan independen
c. Bertanggung jawab dan etis
d. Individualistis
Kunci
Jawaban Pilihan Ganda
- c
- c
- c
- b
- c
- c
- d
- c
- b
- c
- c
- c
- b
- c
- c
TUGAS
PROYEK
ANALISIS
FENOMENA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA
A.
Deskripsi Tugas
Mahasiswa
diminta melakukan analisis terhadap satu fenomena sosial aktual yang
terjadi di masyarakat dengan menggunakan pendekatan Ilmu Sosial
Humaniora serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai dan
prinsip Islam. Proyek ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis,
analitis, dan aplikatif dalam memahami realitas sosial secara ilmiah dan
beretika.
B.
Tujuan Tugas
Setelah
menyelesaikan tugas proyek ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi dan menjelaskan fenomena
sosial secara sistematis.
- Menganalisis fenomena sosial menggunakan
konsep Ilmu Sosial Humaniora.
- Mengintegrasikan nilai-nilai Islam
(tauhid, keadilan, amanah, kemaslahatan) dalam analisis sosial.
- Menyusun laporan ilmiah sesuai kaidah
akademik dan EYD/PUEBI.
C.
Bentuk dan Ketentuan Tugas
- Jenis Tugas:
Proyek individu atau kelompok (3–4 orang)
- Objek Kajian:
Fenomena sosial aktual (pilih satu), misalnya:
- Kemiskinan dan ketimpangan sosial
- Pengangguran dan pekerja informal
- Isu toleransi dan pluralisme
- Media sosial dan perilaku generasi muda
- Ketidakadilan gender
- Krisis moral dalam kehidupan publik
D.
Langkah-Langkah Pengerjaan
- Menentukan satu fenomena sosial yang
relevan dan aktual.
- Mengumpulkan data melalui studi pustaka,
observasi sederhana, atau wawancara terbatas.
- Menganalisis fenomena tersebut menggunakan
konsep Ilmu Sosial Humaniora (sosiologi, antropologi, ekonomi, atau
politik).
- Mengaitkan hasil analisis dengan
nilai-nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan pemikiran tokoh Islam.
- Merumuskan solusi atau rekomendasi yang
berlandaskan prinsip kemaslahatan.
E.
Sistematika Laporan
Laporan
disusun dengan ketentuan berikut:
- Pendahuluan
- Latar belakang
- Rumusan masalah
- Tujuan penulisan
- Tinjauan Teoretis
- Konsep Ilmu Sosial Humaniora
- Prinsip Islam yang relevan
- Pembahasan
- Deskripsi fenomena sosial
- Analisis integratif Islam dan Ilmu Sosial
Humaniora
- Penutup
- Kesimpulan
- Rekomendasi
- Daftar Pustaka
F.
Ketentuan Teknis
- Panjang laporan: 8–10 halaman (spasi
1,5)
- Font: Times New Roman, ukuran 12
- Kertas: A4
- Bahasa: Bahasa Indonesia baku sesuai
EYD/PUEBI
- Sistem sitasi: APA Style atau Chicago
Style
G.
Kriteria Penilaian
|
Aspek
Penilaian |
Bobot |
|
Ketepatan
pemilihan fenomena |
20% |
|
Analisis
Ilmu Sosial Humaniora |
30% |
|
Integrasi
nilai-nilai Islam |
30% |
|
Sistematika
dan kebahasaan |
20% |
|
Total |
100% |
H.
Luaran Tugas
- Laporan tertulis
- Presentasi singkat (10–15 menit)
RUBRIK
PENILAIAN
MATA
KULIAH ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA
A.
Komponen dan Bobot Penilaian
|
No |
Komponen
Penilaian |
Bobot |
|
1 |
Kehadiran |
15% |
|
2 |
Aktivitas
Partisipasi |
15% |
|
3 |
Hasil
Proyek |
10% |
|
4 |
Tugas |
20% |
|
5 |
Ujian
Tengah Semester |
30% |
|
6 |
Ujian
Akhir Semester |
30% |
|
Total |
100% |
B.
Rubrik Penilaian Per Komponen
1.
Kehadiran (15%)
|
Persentase
Kehadiran |
Skor |
|
100–90% |
85–100 |
|
89–80% |
75–84 |
|
79–70% |
65–74 |
|
69–60% |
55–64 |
|
< 60% |
0–54 |
Kriteria:
Kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan tatap muka/daring sesuai ketentuan
akademik.
2. Aktivitas
dan Partisipasi (15%)
|
Kriteria |
Sangat
Baik (85–100) |
Baik
(75–84) |
Cukup
(65–74) |
Kurang
(<65) |
|
Keaktifan
diskusi |
Aktif,
argumentatif, relevan |
Aktif
dan relevan |
Kadang
berpartisipasi |
Pasif |
|
Kualitas pendapat |
Analitis
dan berbasis konsep |
Logis |
Deskriptif |
Tidak
relevan |
|
Sikap
akademik |
Etis,
menghargai |
Cukup
etis |
Kurang
konsisten |
Tidak
etis |
3.
Hasil Proyek (10%)
|
Aspek |
Sangat
Baik (85–100) |
Baik
(75–84) |
Cukup
(65–74) |
Kurang
(<65) |
|
Ketepatan
topik |
Sangat
relevan |
Relevan |
Kurang
fokus |
Tidak relevan |
|
Analisis |
Mendalam
dan integratif |
Analitis |
Deskriptif |
Dangkal |
|
Integrasi
nilai Islam |
Kuat dan
kontekstual |
Cukup
jelas |
Terbatas |
Tidak
ada |
|
Sistematika |
Sangat
rapi |
Rapi |
Kurang
rapi |
Tidak
sistematis |
4.
Tugas (20%)
|
Kriteria |
Sangat
Baik (85–100) |
Baik
(75–84) |
Cukup
(65–74) |
Kurang
(<65) |
|
Ketepatan
waktu |
Tepat
waktu |
Terlambat
≤2 hari |
Terlambat
≤5 hari |
>5
hari |
|
Substansi |
Komprehensif |
Cukup |
Terbatas |
Tidak
sesuai |
|
Bahasa
dan EYD |
Sangat
baik |
Baik |
Cukup |
Kurang |
5.
Ujian Tengah Semester (UTS) – 30%
|
Kriteria |
Sangat
Baik (85–100) |
Baik
(75–84) |
Cukup
(65–74) |
Kurang
(<65) |
|
Pemahaman
konsep |
Sangat
kuat |
Baik |
Cukup |
Lemah |
|
Ketepatan jawaban |
Sangat
tepat |
Tepat |
Kurang
tepat |
Tidak
tepat |
|
Sistematika
jawaban |
Sangat
runtut |
Runtut |
Kurang
runtut |
Tidak
runtut |
6.
Ujian Akhir Semester (UAS) – 30%
|
Kriteria |
Sangat
Baik (85–100) |
Baik
(75–84) |
Cukup
(65–74) |
Kurang
(<65) |
|
Analisis
integratif |
Sangat
komprehensif |
Baik |
Cukup |
Dangkal |
|
Argumentasi |
Kuat
dan logis |
Logis |
Lemah |
Tidak
logis |
|
Relevansi
jawaban |
Sangat
relevan |
Relevan |
Kurang
relevan |
Tidak
relevan |
|
|
|
|
|
|
C.
Rumus Nilai Akhir
Nilai Akhir =
(15% × Kehadiran) + (15% × Partisipasi) + (10% × Proyek) +
(20% × Tugas) + (30% × UTS) + (30% × UAS)
D.
Konversi Nilai Akhir
|
Rentang Nilai |
Huruf |
|
85–100 |
A |
|
80–84 |
A– |
|
75–79 |
B+ |
|
70–74 |
B |
|
65–69 |
C+ |
|
60–64 |
C |
|
<60 |
D/E |



Comments
Post a Comment