Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat

HANDOUT

Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat

megivornika2@gmail.com

A. Pendahuluan

Ilmu sosial merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat, mencakup hubungan sosial, struktur sosial, serta dinamika perubahan sosial. Dalam konteks masyarakat Islam, ilmu sosial tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai keislaman yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Islam sebagai agama yang bersifat rahmatan lil ‘alamin memberikan pedoman yang komprehensif dalam mengatur kehidupan sosial umat manusia.

Permasalahan sosial seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, konflik, dan rendahnya solidaritas sosial masih sering dijumpai dalam masyarakat Muslim. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ajaran Islam yang ideal dengan realitas sosial yang terjadi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan studi kasus dan analisis sosial–keislaman agar peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan menawarkan solusi terhadap persoalan sosial berdasarkan nilai-nilai Islam. Handout ini disusun untuk memberikan pemahaman konseptual dan aplikatif mengenai studi kasus sosial serta analisisnya dari perspektif keislaman.

B. Konsep Studi Kasus dalam Ilmu Sosial

Studi kasus merupakan metode pembelajaran dan penelitian yang memfokuskan kajian pada suatu peristiwa atau fenomena sosial tertentu secara mendalam dan kontekstual. Studi kasus bertujuan untuk memahami masalah sosial secara komprehensif dengan memperhatikan latar belakang, penyebab, dampak, serta solusi yang dapat diterapkan.

Dalam ilmu sosial, studi kasus berfungsi untuk:

  1. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis
  2. Menghubungkan teori sosial dengan realitas masyarakat
  3. Melatih kepekaan sosial terhadap masalah yang terjadi di lingkungan sekitar

Melalui studi kasus, peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.

C. Analisis Sosial dalam Perspektif Ilmu Sosial

Analisis sosial adalah proses mengkaji suatu permasalahan masyarakat dengan menggunakan konsep, teori, dan pendekatan ilmu sosial. Analisis ini mencakup beberapa aspek, antara lain:

  1. Struktur Sosial

Struktur sosial berkaitan dengan susunan dan pola hubungan antarindividu atau kelompok dalam masyarakat. Ketimpangan ekonomi dan status sosial sering menjadi pemicu masalah sosial.

  1. Interaksi Sosial

Interaksi sosial mencerminkan pola hubungan antaranggota masyarakat. Lemahnya interaksi sosial dapat mengurangi solidaritas dan kepedulian sosial.

  1. Lembaga Sosial

Lembaga sosial seperti keluarga, pendidikan, agama, dan ekonomi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas masyarakat. Ketidakterlaksanaan fungsi lembaga sosial dapat memperburuk kondisi sosial.

Analisis sosial membantu mengidentifikasi akar permasalahan sehingga solusi yang ditawarkan lebih tepat sasaran.

D. Analisis Sosial dalam Perspektif Keislaman

Dalam Islam, analisis sosial tidak hanya berorientasi pada aspek empiris, tetapi juga pada nilai moral dan spiritual. Islam menempatkan keadilan, kepedulian sosial, dan kesejahteraan umat sebagai tujuan utama kehidupan bermasyarakat.

Beberapa prinsip analisis sosial dalam Islam meliputi:

  1. Tauhid
    Setiap aktivitas sosial harus berlandaskan keimanan kepada Allah Swt. Tauhid membentuk kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab sosial sebagai khalifah di bumi.
  2. Keadilan Sosial (Al-‘Adalah)

Islam menolak segala bentuk penindasan dan ketimpangan sosial. Keadilan menjadi prinsip utama dalam distribusi kekayaan dan perlakuan terhadap sesama manusia.

  1. Ukhuwwah Islamiyah

Persaudaraan dalam Islam menuntut adanya kepedulian dan solidaritas sosial tanpa memandang status sosial.

  1. Ta’awun (Tolong-Menolong)

Islam mendorong umatnya untuk saling membantu dalam kebaikan dan kesejahteraan bersama.

E. Studi Kasus Sosial dalam Masyarakat Islam

Kasus: Kemiskinan dan Lemahnya Kepedulian Sosial

Di sebuah lingkungan masyarakat Muslim perkotaan, terdapat kesenjangan sosial yang cukup tinggi. Sebagian masyarakat hidup berkecukupan, sementara sebagian lainnya berada dalam kondisi ekonomi lemah. Aktivitas keagamaan seperti salat berjamaah dan pengajian berjalan dengan baik, namun kepedulian sosial masih rendah. Zakat dan sedekah belum dikelola secara optimal, sehingga dampaknya kurang dirasakan oleh masyarakat miskin.

F. Analisis Sosial–Keislaman terhadap Studi Kasus

1. Analisis Sosial

Dari sudut pandang ilmu sosial, permasalahan tersebut disebabkan oleh:

  1. Kesenjangan ekonomi antarwarga
  2. Lemahnya interaksi sosial antara kelompok mampu dan tidak mampu
  3. Kurangnya peran lembaga keagamaan dalam pemberdaya

Implementasi Ilmu Sosial dalam Masyarakat Islam.

1. Pengertian Ilmu Sosial dalam Perspektif Islam

Ilmu sosial mempelajari perilaku, interaksi, dan struktur masyarakat. Dalam Islam, ilmu sosial tidak bersifat netral nilai, tetapi terikat pada nilai tauhid, akhlak, keadilan, dan kemaslahatan umat. Al-Qur’an dan Hadis menjadi landasan etis dalam memahami dan mengelola kehidupan sosial.

2. Tujuan Implementasi Ilmu Sosial dalam Masyarakat Islam

Implementasi ilmu sosial bertujuan untuk:

  1. Mewujudkan keadilan sosial
  2. Menjaga harmoni dan solidaritas umat (ukhuwwah)
  3. Mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan, ketimpangan, dan konflik
  4. Mencapai maqashid syariah (menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta)

3. Bentuk Implementasi dalam Kehidupan Masyarakat

a. Bidang Sosial dan Kemasyarakatan

1)    Penguatan nilai gotong royong (ta’awun)

2)    Pembentukan lembaga sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf

3)    Penyelesaian konflik melalui musyawarah (syura)

b. Bidang Ekonomi

1)    Penerapan ekonomi syariah yang bebas riba

2)    Distribusi kekayaan yang adil melalui zakat dan wakaf produktif

3)    Perlindungan kelompok lemah (fakir, miskin, yatim)

c. Bidang Politik dan Kepemimpinan

1)    Kepemimpinan yang berlandaskan amanah dan keadilan

2)    Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan

3)    Penegakan hukum yang adil tanpa diskriminasi

d. Bidang Pendidikan

1)    Pendidikan berbasis nilai moral dan sosial Islam

2)    Pengembangan kesadaran sosial dan tanggung jawab umat

3)    Integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai keislaman

4. Tantangan Implementasi

  1. Pengaruh globalisasi dan sekularisme
  2. Kesenjangan antara nilai ideal Islam dan praktik sosial
  3. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap konsep sosial Islam

5. Penutup

Implementasi ilmu sosial dalam masyarakat Islam bukan hanya bersifat teoritis, tetapi harus tampak dalam praktik nyata kehidupan sehari-hari. Dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman, ilmu sosial dapat menjadi sarana untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan berakhlak mulia.

Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman

Studi Kasus

Kemiskinan Perkotaan dan Lemahnya Solidaritas Sosial di Lingkungan Muslim

Di sebuah kawasan perkotaan dengan mayoritas penduduk Muslim, masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ironisnya, sebagian masyarakat yang tergolong mampu kurang peduli terhadap kondisi sekitar. Masjid ramai saat ibadah ritual, tetapi kurang berfungsi sebagai pusat pemberdayaan sosial. Akibatnya, kesenjangan sosial semakin melebar dan potensi konflik sosial meningkat.

Analisis Sosial

  1. Struktur Sosial
    1. Terjadi kesenjangan antara kelompok ekonomi atas dan bawah
    2. Lemahnya interaksi sosial dan solidaritas masyarakat
  1. Perilaku Sosial
    1. Individualisme meningkat di lingkungan perkotaan
    2. Kepedulian sosial menurun meskipun berada dalam komunitas religius
  1. Fungsi Lembaga Sosial
    1. Masjid lebih berfokus pada ibadah ritual
    2. Lembaga zakat belum dikelola secara optimal dan profesional

Analisis Keislaman

  1. Perspektif Al-Qur’an. Islam menekankan kepedulian sosial dan keadilan

“Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta” (QS. Adz-Dzariyat: 19)

  1. Perspektif Hadis. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Bukhari)

  1. Nilai-Nilai Islam yang Dilanggar
    1. Ukhuwwah Islamiyah (persaudaraan)
    2. Ta’awun (tolong-menolong)
    3. Keadilan sosial

Solusi Sosial–Keislaman

  1. Mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat
  2. Profesionalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah
  3. Edukasi kesadaran sosial berbasis nilai Islam
  4. Program ekonomi produktif bagi masyarakat miskin
  5. Menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kepedulian sosial

Kesimpulan

Masalah sosial dalam masyarakat Muslim bukan disebabkan oleh kurangnya ajaran Islam, melainkan kurangnya implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Dengan pendekatan ilmu sosial yang berpijak pada ajaran Islam, permasalahan seperti kemiskinan dan kesenjangan dapat diatasi secara berkelanjutan.

TUGAS PROYEK

Judul Kegiatan:

Penyusunan dan Implementasi Handout “Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat” sebagai Media Edukasi Sosial Keagamaan

Bentuk Kegiatan

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis edukasi, literasi sosial-keislaman, dan pemberdayaan masyarakat melalui handout pembelajaran.

Pelaksana:

  1. Dosen: Sebagai perancang konsep, pembimbing akademik, dan penanggung jawab kegiatan adalah MEGI VORNIKA, S.Pd., M.Pd., Gr.
  2. Mahasiswa: Sebagai tim penyusun handout, fasilitator diskusi, dan pelaksana kegiatan lapangan adalah Mahasiswa Jurusan PAI dalam rangka perkuliahan mata kuliah Islam dan Ilmu Sosial Humaniora. 

Sasaran Kegiatan:

  1. Masyarakat Muslim perkotaan/perdesaan
  2. Remaja masjid
  3. Pengurus masjid dan lembaga sosial keagamaan
  4. Mahasiswa dan masyarakat umum

A. Latar Belakang

Permasalahan sosial seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan lemahnya solidaritas masih menjadi tantangan utama dalam masyarakat Muslim. Kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara nilai-nilai Islam yang ideal dengan praktik sosial sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif yang mengintegrasikan ilmu sosial dan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan yang kontekstual dan aplikatif.

Handout “Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat” disusun sebagai media pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat agar mampu memahami realitas sosial, menganalisisnya secara ilmiah, serta menawarkan solusi berdasarkan ajaran Islam.

B. Tujuan Kegiatan

1. Tujuan Umum

Meningkatkan kesadaran dan kepedulian sosial masyarakat melalui pemahaman studi kasus dan analisis sosial–keislaman.

2. Tujuan Khusus

  1. Memberikan pemahaman tentang konsep studi kasus dalam ilmu sosial
  2. Menumbuhkan kemampuan analisis sosial berbasis nilai-nilai Islam
  3. Mendorong implementasi nilai ukhuwwah, keadilan, dan ta’awun dalam kehidupan masyarakat
  4. Mengoptimalkan peran masjid dan lembaga keagamaan sebagai pusat pemberdayaan umat

C. Bentuk dan Metode Pelaksanaan

1. Bentuk Kegiatan

  1. Penyusunan handout edukatif
  2. Sosialisasi dan diskusi kelompok
  3. Studi kasus berbasis masalah sosial lokal
  4. Refleksi dan perumusan solusi sosial–keislaman

2. Metode

  1. Edukasi partisipatif
  2. Diskusi studi kasus
  3. Analisis sosial dan keislaman
  4. Pendampingan masyarakat

 

D. Materi Handout

Materi handout yang digunakan dalam kegiatan PkM meliputi:

  1. Pendahuluan Ilmu Sosial dan Keislaman
  2. Konsep Studi Kasus dalam Ilmu Sosial
  3. Analisis Sosial (struktur sosial, interaksi, lembaga sosial)
  4. Analisis Sosial dalam Perspektif Keislaman:
    1. Tauhid
    2. Keadilan sosial
    3. Ukhuwwah Islamiyah
    4. Ta’awun
  1. Studi Kasus:

Kemiskinan Perkotaan dan Lemahnya Solidaritas Sosial di Lingkungan Muslim

  1. Analisis Sosial–Keislaman dan Solusi Berbasis Nilai Islam

E. Peran Dosen dan Mahasiswa

Peran Dosen

  1. Menyusun kerangka konseptual dan akademik handout
  2. Membimbing mahasiswa dalam analisis sosial–keislaman
  3. Melakukan evaluasi dan refleksi kegiatan

Peran Mahasiswa

  1. Menyusun dan menyederhanakan materi handout
  2. Menjadi fasilitator diskusi dan pendamping masyarakat
  3. Melakukan observasi sosial dan pelaporan kegiatan

F. Luaran Kegiatan

  1. Handout edukatif berbasis studi kasus sosial–keislaman
  2. Meningkatnya kesadaran sosial dan keagamaan masyarakat
  3. Rekomendasi program pemberdayaan umat
  4. Laporan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
  5. Artikel ilmiah atau laporan populer (opsional)

G. Evaluasi Kegiatan

Evaluasi dilakukan melalui:

  1. Keaktifan peserta dalam diskusi
  2. Pemahaman peserta terhadap materi
  3. Perubahan sikap kepedulian sosial
  4. Umpan balik dari masyarakat sasaran

H. Penutup

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menegaskan bahwa ilmu sosial yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam mampu menjadi instrumen perubahan sosial. Dengan kolaborasi dosen dan mahasiswa, handout ini diharapkan tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga sarana transformasi sosial menuju masyarakat yang adil, peduli, dan berakhlak mulia.

 LAPORAN AKHIR

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM)

BIDANG ISLAM DAN ILMU SOSIAL HUMANIORA

Judul Kegiatan:

Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat melalui Penyusunan dan Implementasi Handout Edukatif

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

        Ilmu sosial merupakan disiplin ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat, meliputi hubungan sosial, struktur sosial, serta dinamika perubahan sosial. Dalam konteks masyarakat Muslim, ilmu sosial tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai keislaman yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Islam sebagai agama yang bersifat rahmatan lil ‘alamin memberikan pedoman komprehensif dalam mengatur kehidupan sosial manusia. 

        Realitas sosial menunjukkan bahwa permasalahan seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, konflik, dan lemahnya solidaritas sosial masih sering dijumpai di tengah masyarakat Muslim. Kondisi ini menandakan adanya kesenjangan antara ajaran Islam yang ideal dengan praktik sosial dalam kehidupan sehari-hari. Masjid dan lembaga keagamaan yang seharusnya berperan sebagai pusat pemberdayaan umat sering kali masih terbatas pada fungsi ritual semata.

    Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan pendekatan Islam dan Ilmu Sosial Humaniora melalui penyusunan dan implementasi handout “Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat”. Handout ini digunakan sebagai media edukasi untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian, dan partisipasi sosial masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pemahaman masyarakat terhadap permasalahan sosial dalam perspektif ilmu sosial dan Islam?
  2. Bagaimana penerapan analisis sosial–keislaman dalam mengkaji masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial?
  3. Bagaimana peran handout edukatif dalam meningkatkan kesadaran sosial masyarakat Muslim?

C. Tujuan Kegiatan

Tujuan Umum adalah Meningkatkan kesadaran dan kepedulian sosial masyarakat melalui pendekatan Islam dan Ilmu Sosial Humaniora.

Tujuan Khusus:

  1. Memberikan pemahaman konseptual tentang studi kasus dan analisis sosial
  2. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam analisis permasalahan sosial
  3. Mendorong implementasi nilai ukhuwwah, keadilan sosial, dan ta’awun
  4. Mengoptimalkan peran masjid dan lembaga sosial Islam sebagai pusat pemberdayaan umat

D. Manfaat Kegiatan

  1. Bagi Masyarakat
    • Meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian terhadap sesama
    • Memahami solusi sosial berbasis nilai Islam
  2. Bagi Mahasiswa
    • Mengembangkan kepekaan sosial dan kemampuan analisis sosial–keislaman
    • Mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah
  3. Bagi Dosen dan Institusi
    • Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
    • Penguatan keilmuan Islam dan Sosial Humaniora

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORITIS

A. Ilmu Sosial dalam Perspektif Islam

Ilmu sosial dalam Islam tidak bersifat netral nilai, melainkan berlandaskan tauhid, akhlak, keadilan, dan kemaslahatan umat. Al-Qur’an dan Hadis menjadi landasan etis dalam memahami dan mengelola kehidupan sosial masyarakat.

B. Konsep Studi Kasus dalam Ilmu Sosial

Studi kasus merupakan metode kajian mendalam terhadap suatu fenomena sosial dengan memperhatikan konteks, penyebab, dampak, serta solusi yang dapat diterapkan. Pendekatan ini melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta.

C. Analisis Sosial dan Prinsip Keislaman

Analisis sosial dalam Islam menekankan nilai:

  1. Tauhid
  2. Keadilan sosial (al-‘adalah)
  3. Ukhuwwah Islamiyah
  4. Ta’awun (tolong-menolong)

BAB III

METODE PELAKSANAAN 

A. Bentuk Kegiatan

  1. Penyusunan handout edukatif
  2. Sosialisasi dan diskusi kelompok
  3. Studi kasus sosial masyarakat
  4. Pendampingan dan refleksi bersama

B. Sasaran Kegiatan

Masyarakat Muslim di lingkungan perkotaan, pengurus masjid, remaja masjid, dan masyarakat umum.

C. Peran Pelaksana

  1. Dosen: Penyusun konsep, pembimbing, evaluator
  2. Mahasiswa: Fasilitator, pendamping masyarakat, penyusun laporan

D. Waktu dan Tempat

Disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat sasaran.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Kegiatan

    Kegiatan PKM dilaksanakan dengan memanfaatkan handout sebagai media utama. Peserta diberikan pemahaman tentang studi kasus sosial, kemudian diajak menganalisis permasalahan kemiskinan dan kesenjangan sosial dari perspektif ilmu sosial dan Islam.

B. Studi Kasus yang Dikaji

Kemiskinan Perkotaan dan Lemahnya Solidaritas Sosial di Lingkungan Muslim.
Ditemukan bahwa aktivitas keagamaan berjalan baik secara ritual, namun kepedulian sosial masih rendah dan pengelolaan zakat belum optimal.

C. Analisis Sosial

  1. Terjadi kesenjangan struktur sosial antara kelompok ekonomi
  2. Lemahnya interaksi sosial dan solidaritas masyarakat
  3. Fungsi lembaga keagamaan belum optimal dalam pemberdayaan umat

D. Analisis Sosial–Keislaman

Islam menegaskan kewajiban kepedulian sosial sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Adz-Dzariyat: 19 dan hadis Rasulullah SAW tentang kepedulian terhadap tetangga. Nilai ukhuwwah, ta’awun, dan keadilan sosial belum terimplementasi secara maksimal.

  1. E. Solusi yang Ditawarkan

  1. Optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat
  2. Profesionalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah
  3. Edukasi kesadaran sosial berbasis nilai Islam
  4. Program ekonomi produktif bagi masyarakat miskin

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

        Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bidang Islam dan Ilmu Sosial Humaniora ini menunjukkan bahwa permasalahan sosial dalam masyarakat Muslim bukan disebabkan oleh kurangnya ajaran Islam, melainkan lemahnya implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Pendekatan studi kasus dan analisis sosial–keislaman melalui handout terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran sosial masyarakat.

B. Rekomendasi

  1. Perlunya keberlanjutan program pemberdayaan umat
  2. Penguatan peran masjid dan lembaga sosial Islam
  3. Pengembangan PKM berbasis Islam dan Sosial Humaniora secara berkelanjutan

DAFTAR PUSTAKA (Contoh)

Al-Qur’an al-Karim
Hadis Nabi Muhammad SAW
Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar.
Abdul Wahab Khallaf. Ilmu Ushul Fiqh.

Comments

BELAJAR (ILMU) PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pemahaman terhadap Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Konsep dasar dan ruang lingkup Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

Sejarah Perkembangan Ilmu Sosial dalam Islam & Tokoh-tokoh Islam dalam Ilmu Sosial

Pendekatan Ilmu Sosial dalam Islam & Metodologi dalam kajian sosial- keislaman