Pendekatan Ilmu Sosial dalam Islam & Metodologi dalam kajian sosial- keislaman
Pendekatan Ilmu Sosial dalam Islam & Metodologi dalam kajian sosial- keislaman
megivornika2@gmail.com
Pendekatan Ilmu Sosial dalam Islam adalah
cara memahami ajaran dan praktik Islam dengan memakai perspektif ilmu-ilmu
sosial seperti sosiologi, antropologi, sejarah, politik, dan ekonomi.
Pendekatan ini melihat Islam bukan hanya sebagai teks normatif (Al-Qur’an
dan Hadis), tetapi juga sebagai fenomena sosial yang hidup
dalam masyarakat.
1. Pengertian
Pendekatan
ilmu sosial dalam Islam berusaha:
a. Memahami bagaimana
ajaran Islam dipraktikkan dalam kehidupan nyata
b. Mengkaji
hubungan Islam dengan budaya, struktur sosial, kekuasaan, dan ekonomi
c. Menjelaskan keragaman
ekspresi Islam di berbagai tempat dan zaman
Pendekatan
ini tidak menilai benar-salah secara teologis, tetapi menjelaskan dan
menganalisis secara ilmiah.
2. Bentuk-Bentuk
Pendekatan Ilmu Sosial
a. Pendekatan
Sosiologis
Mengkaji
Islam sebagai sistem sosial:
1) Peran
ulama dalam masyarakat
2) Lembaga
keagamaan (masjid, pesantren)
3) Hubungan
agama dengan stratifikasi sosial
Contoh:
Mengapa praktik zakat berbeda antara desa dan kota?
b. Pendekatan
Antropologis
Melihat
Islam dalam konteks budaya lokal:
1) Tradisi
keagamaan (slametan, maulid, tahlilan)
2) Simbol
dan ritual keislaman
Contoh:
Akulturasi Islam dan budaya lokal di Indonesia.
c. Pendekatan
Historis
Menelusuri
perkembangan Islam dari masa ke masa:
1) Sejarah
hukum Islam
2) Dinamika
mazhab
3) Perubahan
pemikiran keislaman
Contoh:
Bagaimana fiqh berkembang sesuai konteks politik dan sosial.
d. Pendekatan
Politik
Menganalisis
hubungan Islam dan kekuasaan:
1) Islam
dan negara
2) Gerakan
politik Islam
3) Ideologi
dan kebijakan publik
Contoh:
Peran Islam dalam sistem demokrasi modern.
e. Pendekatan
Ekonomi
Mengkaji
ajaran Islam dalam aktivitas ekonomi:
1) Zakat,
wakaf, dan ekonomi umat
2) Perbankan
syariah
3) Keadilan
sosial dalam Islam
3. Tujuan
Pendekatan Ilmu Sosial dalam Islam
a. Membuat
pemahaman Islam lebih kontekstual dan relevan
b. Menjembatani
teks agama dan realitas sosial
c. Menghindari
pemahaman Islam yang kaku dan ahistoris
d. Memberi
solusi sosial berbasis nilai Islam
4. Kelebihan
dan Keterbatasan
Kelebihan:
✅ Kontekstual
✅ Realistis
✅ Mampu menjelaskan keragaman
Islam
Keterbatasan:
⚠️ Bisa mengabaikan dimensi
normatif jika tidak seimbang
⚠️ Risiko relativisme jika lepas
dari kerangka teologi
5. Kesimpulan
Pendekatan ilmu sosial dalam Islam sangat
penting untuk memahami Islam sebagai agama yang hidup dan dinamis.
Namun, pendekatan ini idealnya dikombinasikan dengan pendekatan
normatif-teologis, agar pemahaman Islam tetap utuh dan seimbang.
Metodologi
dalam Kajian Sosial-Keislaman
a. Pengertian
Metodologi
kajian sosial-keislaman adalah seperangkat cara, pendekatan,
dan teknik ilmiah yang digunakan untuk mengkaji Islam sebagai fenomena
sosial, bukan hanya sebagai doktrin teologis. Fokusnya pada bagaimana
Islam dipahami, dipraktikkan, dan berinteraksi dengan realitas sosial.
b. Karakteristik
Metodologi Sosial-Keislaman
a. Bersifat empiris (berdasarkan
fakta sosial)
b. Kontekstual
dan historis
c. Interdisipliner
(memakai ilmu sosial)
d. Objektif
dan kritis, namun tetap menghargai nilai-nilai Islam
c. Jenis-Jenis
Metodologi dalam Kajian Sosial-Keislaman
a. Metode
Kualitatif
Digunakan
untuk memahami makna dan pengalaman keagamaan.
Teknik:
1) Wawancara
mendalam
2) Observasi
partisipatif
3) Studi
kasus
4) Analisis
teks sosial-keagamaan
Contoh:
Studi tentang makna hijrah di kalangan anak muda Muslim.
b. Metode
Kuantitatif
Digunakan
untuk mengukur fenomena sosial keislaman secara statistik.
Teknik:
1) Survei
2) Kuesioner
3) Analisis
data statistik
Contoh:
Survei tingkat partisipasi umat Islam dalam zakat.
c. Metode
Historis
Mengkaji
Islam melalui dimensi waktu dan perubahan sosial.
Langkah:
1) Heuristik
(pengumpulan sumber)
2) Verifikasi
sumber
3) Interpretasi
4) Historiografi
Contoh:
Sejarah perkembangan pesantren di Indonesia.
d. Metode
Sosiologis
Menganalisis
struktur dan relasi sosial umat Islam.
Fokus:
1) Lembaga
keagamaan
2) Peran
tokoh agama
3) Konflik
dan integrasi sosial
Contoh:
Peran ulama dalam perubahan sosial masyarakat.
e. Metode
Antropologis
Menekankan
kajian budaya dan praktik keagamaan.
Fokus:
1) Tradisi
lokal Islam
2) Ritual
dan simbol
3) Akulturasi
budaya
Contoh:
Tradisi Islam Nusantara.
f. Metode
Fenomenologis
Mencoba
memahami pengalaman keagamaan dari sudut pandang pelaku.
Contoh:
Pengalaman spiritual jamaah tarekat.
g. Metode
Hermeneutik Sosial
Menafsirkan
teks Islam dengan mempertimbangkan konteks sosial.
Contoh:
Penafsiran ayat sosial sesuai realitas masyarakat modern.
4.
Pendekatan Interdisipliner
Kajian
sosial-keislaman sering menggabungkan:
a. Sosiologi
agama
b. Antropologi
agama
c. Sejarah
sosial
d. Ilmu
politik
e. Ekonomi
Islam
Tujuannya
agar analisis lebih komprehensif dan mendalam.
5.
Tujuan Metodologi Sosial-Keislaman
a. Memahami
Islam sebagai realitas sosial
b. Menjelaskan
dinamika keberagamaan umat
c. Memberi
solusi terhadap problem sosial umat Islam
d. Menjadikan
ajaran Islam lebih kontekstual dan aplikatif
6. Penutup
Metodologi dalam kajian sosial-keislaman sangat
penting untuk melihat Islam secara utuh dan hidup dalam masyarakat.
Metodologi ini tidak menggantikan pendekatan normatif, tetapi melengkapinya agar
Islam tetap relevan dalam perubahan zaman.
KUIS: Pendekatan Ilmu Sosial
dalam Islam & Metodologi Kajian Sosial-Keislaman
A. Benar – Salah (1–5)
1.
Pendekatan ilmu sosial dalam Islam menilai benar dan salah ajaran Islam secara
teologis.
Jawaban: ❌ Salah
Alasan: Pendekatan ilmu sosial bersifat deskriptif-analitis, bukan
normatif-teologis.
2.
Pendekatan sosiologis melihat Islam sebagai sistem nilai sekaligus sistem
sosial.
Jawaban: ✅ Benar
3.
Tradisi keagamaan lokal seperti slametan lebih tepat dikaji dengan pendekatan
antropologis.
Jawaban: ✅ Benar
4.
Pendekatan historis mengkaji Islam tanpa mempertimbangkan konteks sosial dan
politik.
Jawaban: ❌ Salah
5.
Pendekatan ilmu sosial dalam Islam bersifat kontekstual dan empiris.
Jawaban: ✅ Benar
B. Pilihan Ganda (6–15)
6.
Tujuan utama pendekatan ilmu sosial dalam Islam adalah …
A. Menentukan hukum fikih
B. Menilai kesesatan praktik keagamaan
C. Memahami Islam sebagai fenomena sosial
D. Menggantikan pendekatan normatif
Jawaban: C
7.
Kajian tentang perbedaan praktik zakat di desa dan kota paling tepat
menggunakan pendekatan …
A. Normatif
B. Sosiologis
C. Filologis
D. Tekstual
Jawaban: B
8.
Pendekatan yang meneliti akulturasi Islam dengan budaya lokal adalah …
A. Historis
B. Politik
C. Antropologis
D. Ekonomi
Jawaban: C
9.
Metode penelitian yang bertujuan memahami pengalaman keagamaan dari sudut
pandang pelaku disebut …
A. Kuantitatif
B. Fenomenologis
C. Historis
D. Positivistik
Jawaban: B
10. Tahap
awal dalam metode historis adalah …
A. Historiografi
B. Interpretasi
C. Heuristik
D. Verifikasi
Jawaban: C
11.
Penelitian tentang tingkat partisipasi zakat masyarakat paling tepat
menggunakan metode …
A. Kualitatif
B. Historis
C. Fenomenologis
D. Kuantitatif
Jawaban: D
12.
Pendekatan hermeneutik sosial bertujuan untuk …
A. Menolak teks agama
B. Memahami teks secara literal
C. Menafsirkan teks dengan konteks sosial
D. Menggantikan tafsir klasik
Jawaban: C
13. Salah
satu karakteristik metodologi sosial-keislaman adalah …
A. Dogmatis
B. Anti-teologis
C. Interdisipliner
D. Ahistoris
Jawaban: C
14.
Kajian tentang hubungan Islam dan negara termasuk dalam pendekatan …
A. Antropologis
B. Politik
C. Ekonomi
D. Fenomenologis
Jawaban: B
15.
Risiko pendekatan ilmu sosial dalam Islam jika lepas dari kerangka teologi
adalah …
A. Fundamentalisme
B. Absolutisme
C. Relativisme
D. Eksklusivisme
Jawaban: C
C. Isian Singkat (16–20)
16.
Pendekatan ilmu sosial memandang Islam sebagai fenomena sosial
yang hidup dalam masyarakat.
Jawaban: Sosial
17.
Metodologi sosial-keislaman bersifat interdisipliner karena
memadukan berbagai ilmu sosial.
Jawaban: Interdisipliner
18.
Metode penelitian yang menggunakan wawancara mendalam dan observasi
partisipatif adalah metode kualitatif.
Jawaban: Kualitatif
19.
Penelitian yang menekankan makna dan pengalaman subjektif pelaku menggunakan
metode fenomenologis.
Jawaban: Fenomenologis
20.
Kajian sosial-keislaman bersifat empiris artinya berdasarkan fakta sosial.
Jawaban: Fakta sosial
D. Esai / Analisis Singkat
(21–25)
21.
Jelaskan perbedaan pendekatan normatif dan pendekatan ilmu sosial dalam kajian
Islam!
Jawaban:
Pendekatan normatif menilai ajaran Islam berdasarkan kebenaran teologis
(halal-haram, benar-salah), sedangkan pendekatan ilmu sosial menjelaskan
bagaimana Islam dipraktikkan dalam realitas sosial tanpa penilaian teologis.
22.
Mengapa pendekatan sosiologis penting dalam memahami peran ulama di masyarakat?
Jawaban:
Karena pendekatan sosiologis mampu menjelaskan posisi ulama dalam struktur
sosial, relasi kekuasaan, legitimasi otoritas keagamaan, serta perannya dalam
perubahan sosial.
23. Jelaskan
kontribusi pendekatan antropologis dalam kajian Islam di Indonesia!
Jawaban:
Pendekatan antropologis membantu memahami Islam sebagai praktik budaya lokal,
menjelaskan tradisi keagamaan, ritual, simbol, dan proses akulturasi Islam
dengan budaya Nusantara.
24.
Mengapa metodologi sosial-keislaman tidak dapat menggantikan pendekatan
normatif?
Jawaban:
Karena metodologi sosial-keislaman hanya menjelaskan realitas sosial Islam,
bukan menentukan kebenaran teologis. Keduanya saling melengkapi agar pemahaman
Islam tetap utuh.
25.
Jelaskan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam kajian sosial-keislaman!
Jawaban:
Pendekatan interdisipliner memungkinkan analisis Islam yang lebih komprehensif
dengan menggabungkan sosiologi, antropologi, sejarah, politik, dan ekonomi
sehingga realitas Islam dapat dipahami secara utuh dan kontekstual.


Comments
Post a Comment