Sejarah Perkembangan Ilmu Sosial dalam Islam & Tokoh-tokoh Islam dalam Ilmu Sosial

Sejarah Perkembangan Ilmu Sosial dalam Islam & Tokoh-tokoh Islam dalam Ilmu Sosial

megivornika2@gmail.com

Berikut ringkasan Sejarah Perkembangan Ilmu Sosial dalam Islam secara runtut dan mudah dipahami.

1. Masa Awal Islam (abad ke-7 M)

Pada masa Nabi Muhammad ﷺ, ilmu sosial belum berdiri sebagai disiplin tersendiri, tetapi nilai-nilai sosial sudah sangat kuat dalam ajaran Islam, bersumber dari:

a. Al-Qur’an: konsep keadilan (‘adl), persamaan manusia, musyawarah (shūrā), ukhuwah, dan tanggung jawab sosial.

b. Hadis Nabi: praktik kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan hukum dalam masyarakat Madinah.

 Piagam Madinah sering dianggap sebagai dokumen sosial-politik awal yang mengatur hubungan antar kelompok masyarakat majemuk.

2. Masa Klasik Islam (abad ke-8–13 M)

Ini adalah masa keemasan peradaban Islam, ketika pemikiran sosial berkembang pesat.

a. Perkembangan Ilmu Sosial Normatif

1)    Fiqh: mengatur hubungan sosial, ekonomi, keluarga, dan politik.

2)    Ilmu akhlak: membahas etika individu dan masyarakat.

3)    Ilmu siyasah: pemikiran tentang pemerintahan dan kekuasaan.

b. Tokoh-Tokoh Penting

1) Al-Farabi (w. 950). Membahas masyarakat ideal dan negara utama (al-Madinah al-Fadhilah).

2) Al-Mawardi (w. 1058). Menulis tentang sistem pemerintahan dan administrasi negara Islam.

3) Ibnu Sina (w. 1037). Mengaitkan filsafat, etika, dan kehidupan sosial.

3. Ibnu Khaldun dan Lahirnya Ilmu Sosial Empiris (abad ke-14)

Tokoh paling penting dalam sejarah ilmu sosial Islam.

Ibnu Khaldun (1332–1406)

a.  Karya monumental: Muqaddimah

b.  Dianggap sebagai pelopor sosiologi dan historiografi ilmiah

Konsep-konsep utama:

a.  ‘Ashabiyyah (solidaritas sosial)

b.  Hubungan antara ekonomi, politik, dan budaya

c.  Teori naik-turunnya peradaban

d.  Pendekatan ilmiah dan empiris terhadap masyarakat

 Pemikirannya mendahului sosiolog Barat seperti Auguste Comte berabad-abad kemudian.

4. Masa Kemunduran dan Tantangan Kolonial (abad ke-16–19)

  1. Perkembangan ilmu sosial Islam melambat
  2. Dominasi kolonial Barat membawa:

1)    Sistem pendidikan Barat

2)    Ilmu sosial sekuler (sosiologi, antropologi, ekonomi modern)

  1. Ilmu sosial Islam cenderung terpinggirkan atau bersifat normatif saja

5. Masa Modern dan Kontemporer (abad ke-20–sekarang)

Terjadi kebangkitan kembali pemikiran ilmu sosial Islam.

Ciri-ciri utama:

a.  Upaya integrasi ilmu sosial modern dengan nilai Islam

b.  Kritik terhadap sekularisme Barat

c.  Pendekatan interdisipliner

Tokoh dan Gagasan:

a.  Syed Naquib al-Attas: Islamisasi ilmu pengetahuan

b.  Ismail Raji al-Faruqi: integrasi ilmu dan tauhid

c. Pemikir Muslim kontemporer: studi sosiologi Islam, ekonomi Islam, politik Islam, gender dalam Islam

6. Kesimpulan

Perkembangan ilmu sosial dalam Islam:

a.  Berakar pada wahyu dan praktik sosial Nabi

b.  Berkembang pesat pada masa klasik

c.  Mencapai puncak analisis ilmiah melalui Ibnu Khaldun

d.  Mengalami tantangan pada masa kolonial

e.  Kini berusaha bangkit melalui integrasi ilmu dan nilai Islam

tokoh-tokoh Islam dalam Ilmu Sosial, disusun rapi dari klasik sampai kontemporer, beserta kontribusinya.

1. Ibnu Khaldun (1332–1406)

Bidang: Sosiologi, historiografi, ekonomi, politik. Karya: Al-Muqaddimah

Kontribusi utama:

a.  Pelopor ilmu sosiologi dan sejarah ilmiah

b.  Konsep ‘ashabiyyah (solidaritas sosial)

c.  Teori siklus peradaban (lahir–berkembang–runtuh)

d.  Analisis hubungan ekonomi, kekuasaan, dan budaya

Paling berpengaruh dalam ilmu sosial Islam dan dunia.

2. Al-Farabi (872–950)

Bidang: Filsafat sosial & politik. Karya: Al-Madinah al-Fadhilah

Kontribusi:

a.  Konsep masyarakat dan negara ideal

b.  Hubungan etika, politik, dan kebahagiaan sosial

c.  Pemimpin ideal sebagai figur bermoral dan berilmu

3. Al-Mawardi (972–1058)

Bidang: Ilmu politik & administrasi negara. Karya: Al-Ahkam as-Sulthaniyyah

Kontribusi:

a.  Teori pemerintahan Islam

b.  Hak dan kewajiban penguasa dan rakyat

c.  Sistem administrasi dan hukum negara

4. Ibnu Sina (980–1037)

Bidang: Filsafat, etika, sosial

Kontribusi:

a.  Pemikiran tentang etika sosial

b.  Hubungan individu dan masyarakat

c.  Pendidikan dan pembentukan karakter sosial

5. Al-Ghazali (1058–1111)

Bidang: Etika sosial, pendidikan, ekonomi. Karya: Ihya’ ‘Ulumuddin

Kontribusi:

a.  Moralitas sebagai dasar kehidupan sosial

b.  Keadilan ekonomi dan keseimbangan dunia–akhirat

c.  Kritik terhadap penyimpangan sosial

6. Ibnu Taimiyah (1263–1328)

Bidang: Sosial, politik, ekonomi

Kontribusi:

a.  Keadilan sosial dan tanggung jawab negara

b.  Etika pasar dan larangan eksploitasi

c.  Hubungan agama dan kekuasaan

7. Syed Naquib al-Attas (lahir 1931)

Bidang: Sosiologi pengetahuan, filsafat sosial

Kontribusi:

a.  Konsep Islamisasi ilmu pengetahuan

b.  Kritik terhadap sekularisasi ilmu sosial

c.  Penekanan adab dalam Masyarakat

8. Ismail Raji al-Faruqi (1921–1986)

Bidang: Ilmu sosial dan pemikiran kontemporer

Kontribusi:

a.  Integrasi tauhid dengan ilmu sosial modern

b.  Kerangka metodologi ilmu sosial Islam

c.  Islamisasi ilmu pengetahuan

9. Muhammad Baqir al-Sadr (1935–1980)

Bidang: Ekonomi & sosial. Karya: Iqtisaduna

Kontribusi:

a.  Teori ekonomi Islam

b.  Kritik kapitalisme dan sosialisme

c.  Konsep keadilan distribusi sosial

10. Fazlur Rahman (1919–1988)

Bidang: Sosial, etika, pemikiran Islam modern

Kontribusi:

a.  Metode double movement dalam memahami Al-Qur’an

b.  Pendekatan kontekstual terhadap masalah sosial modern

Kesimpulan Singkat

Tokoh-tokoh Islam dalam ilmu sosial:

a.  Mengkaji masyarakat, kekuasaan, ekonomi, dan moral

b.  Menggabungkan wahyu, akal, dan realitas sosial

c.  Menjadi fondasi penting bagi pengembangan ilmu sosial Islam kontemporer

Bottom of Form

 

KUIS ILMU SOSIAL DALAM ISLAM

A. Soal Benar – Salah (10 Soal)

Petunjuk: Berilah tanda (B) jika pernyataan benar dan (S) jika salah.

  1. Ilmu sosial dalam Islam sejak awal berkembang terpisah dari wahyu dan hadis.
  2. Piagam Madinah merupakan dokumen sosial-politik awal dalam sejarah Islam.
  3. Fiqh pada masa klasik hanya mengatur masalah ibadah ritual semata.
  4. Al-Farabi membahas konsep negara dan masyarakat ideal dalam karyanya.
  5. Ibnu Khaldun menggunakan pendekatan normatif tanpa analisis empiris.
  6. Konsep ‘ashabiyyah menjelaskan solidaritas sosial dalam masyarakat.
  7. Masa kolonial menyebabkan ilmu sosial Islam berkembang pesat.
  8. Ilmu sosial modern Barat banyak dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Khaldun.
  9. Syed Naquib al-Attas menekankan pentingnya adab dalam kehidupan sosial.
  10. Ilmu sosial Islam kontemporer berupaya mengintegrasikan ilmu modern dengan nilai Islam.

Kunci Jawaban Benar–Salah

  1. S
  2. B
  3. S
  4. B
  5. S
  6. B
  7. S
  8. B
  9. B
  10. B

B. Soal Menjodohkan (5 Soal)

Petunjuk: Jodohkan tokoh pada Kolom A dengan kontribusi yang tepat pada Kolom B.

Kolom A

  1. Ibnu Khaldun
  2. Al-Mawardi
  3. Al-Ghazali
  4. Ismail Raji al-Faruqi
  5. Muhammad Baqir al-Sadr

Kolom B

A. Teori pemerintahan dan administrasi negara Islam
B. Konsep ‘ashabiyyah dan teori siklus peradaban
C. Integrasi tauhid dengan ilmu sosial modern
D. Teori ekonomi Islam dan keadilan distribusi
E. Moralitas sebagai dasar kehidupan sosial

Kunci Jawaban Menjodohkan

11 – B
12 – A
13 – E
14 – C
15 – D

C. Soal Pilihan Ganda (10 Soal)

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.

  1. Nilai keadilan dan persamaan manusia dalam Islam bersumber utama dari …
    A. Filsafat Yunani
    B. Tradisi Arab
    C. Al-Qur’an
    D. Sistem Romawi
  2. Ilmu siyasah pada masa klasik Islam membahas tentang …
    A. Etika individu
    B. Pemerintahan dan kekuasaan
    C. Pendidikan anak
    D. Tasawuf
  3. Karya monumental Ibnu Khaldun yang menjadi dasar ilmu sosial empiris adalah …
    A. Ihya’ Ulumuddin
    B. Al-Madinah al-Fadhilah
    C. Al-Muqaddimah
    D. Al-Ahkam as-Sulthaniyyah
  4. Tokoh yang membahas negara utama (al-Madinah al-Fadhilah) adalah …
    A. Al-Ghazali
    B. Al-Farabi
    C. Ibnu Sina
    D. Ibnu Taimiyah
  5. Faktor utama kemunduran ilmu sosial Islam pada abad ke-16–19 adalah …
    A. Konflik internal ulama
    B. Perkembangan teknologi
    C. Dominasi kolonial Barat
    D. Kurangnya kitab klasik
  6. Pendekatan Ibnu Khaldun dalam mengkaji masyarakat bersifat …
    A. Mistis
    B. Dogmatis
    C. Empiris dan ilmiah
    D. Spekulatif
  7. Tokoh yang mengembangkan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan adalah …
    A. Fazlur Rahman
    B. Syed Naquib al-Attas
    C. Ibnu Sina
    D. Al-Mawardi
  8. Karya Iqtisaduna membahas tentang …
    A. Politik Islam
    B. Etika sosial
    C. Ekonomi Islam
    D. Pendidikan Islam
  9. Metode double movement dikemukakan oleh …
    A. Al-Attas
    B. Al-Farabi
    C. Fazlur Rahman
    D. Ibnu Khaldun
  10. Ciri utama ilmu sosial Islam kontemporer adalah …
    A. Penolakan ilmu modern
    B. Sekularisasi ilmu
    C. Integrasi ilmu dan nilai Islam
    D. Fokus pada ritual ibadah

Kunci Jawaban Pilihan Ganda

  1. C
  2. B
  3. C
  4. B
  5. C
  6. C
  7. B
  8. C
  9. C
  10. C

 

 


Comments

BELAJAR (ILMU) PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pemahaman terhadap Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Konsep dasar dan ruang lingkup Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

Pendekatan Ilmu Sosial dalam Islam & Metodologi dalam kajian sosial- keislaman

Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat