Studi literatur dalam Islam dan Ilmu Sosial Humaniora

STUDI LITERATUR DALAM ISLAM DAN ILMU SOSIAL-HUMANIORA

megivornika2@gmail.com


A. Pendahuluan

Studi literatur merupakan salah satu metode penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik dalam ranah keagamaan maupun ilmu sosial dan humaniora. Dalam konteks akademik, studi literatur tidak hanya bertujuan untuk membaca dan meringkas sumber-sumber pustaka, tetapi juga untuk mengkritisi, menganalisis, dan mengintegrasikan informasi sehingga menghasilkan pemahaman yang mendalam serta membangun landasan teori bagi penelitian selanjutnya.

Dalam kajian Islam, studi literatur digunakan untuk memahami dan menafsirkan teks-teks keagamaan, seperti Al-Qur’an, Hadis, Tafsir, Fiqh, dan karya ulama kontemporer maupun klasik. Sementara itu, dalam Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH), studi literatur bertujuan meninjau penelitian terdahulu, memetakan perkembangan teori, serta menemukan celah atau gap penelitian yang dapat dijadikan dasar studi baru. Handout ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai konsep, metode, dan praktik studi literatur dalam dua ranah keilmuan tersebut, sehingga mahasiswa mampu melakukan review literatur secara sistematis dan ilmiah.

B. Konsep Studi Literatur

  1. Definisi Studi Literatur

Studi literatur adalah proses membaca, menganalisis, dan mengevaluasi sumber-sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian. Menurut Machi dan McEvoy (2012), studi literatur adalah suatu rangkaian kegiatan yang sistematis untuk meninjau, menilai, dan menyintesis literatur yang ada, sehingga peneliti dapat memahami konteks ilmiah dari sebuah topik.

  1. Fungsi Studi Literatur
    1. Memahami perkembangan teori atau konsep dalam bidang tertentu.
    2. Menentukan relevansi dan kualitas literatur yang ada.
    3. Mengidentifikasi gap penelitian yang memungkinkan dilakukan studi baru.
    4. Menyusun landasan teori yang kuat dan argumentatif.
  1. Karakteristik Studi Literatur dalam Islam dan ISH

Aspek

Islam

Ilmu Sosial-Humaniora

Sumber

Al-Qur’an, Hadis, kitab klasik dan kontemporer

Jurnal, buku akademik, laporan penelitian

Pendekatan

Normatif, reflektif, berbasis syariat

Empiris, kritis, teoritis, berbasis data

Tujuan

Menarik prinsip, hukum, dan panduan dari teks

Memetakan literatur, membangun teori, menemukan gap penelitian

Metode Analisis

Tahlili, Maudu’i, comparative

Review kritis, sistematis, analitik

Hasil

Tafsir, kesimpulan hukum, penafsiran teks

Ringkasan temuan, kritik literatur, framework penelitian

 

C. Studi Literatur dalam Islam

  1. Sumber Studi

Studi literatur dalam Islam bersumber dari:

    1. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam.
    2. Hadis yang meriwayatkan perkataan, perbuatan, dan persetujuan Nabi Muhammad SAW.
    3. Kitab ulama klasik dan modern, misalnya tafsir, fiqh, tasawuf, dan karya ilmiah kontemporer.
  1. Metode Analisis
    1. Tahlili: Menganalisis teks secara mendalam untuk memahami makna kata, konteks, dan implikasi hukum atau ajaran.
    2. Maudu’i: Kajian tematik untuk memahami suatu topik secara menyeluruh, misalnya zakat, akhlak, atau politik Islam.
    3. Comparative: Membandingkan pendapat ulama yang berbeda untuk menemukan kesimpulan atau pendekatan terbaik.
  1. Tujuan
    1. Mengetahui konteks historis dan sosial dari teks keagamaan.
    2. Menemukan prinsip-prinsip hukum Islam yang relevan dengan kebutuhan kontemporer.
    3. Mengembangkan pemahaman kritis terhadap literatur klasik maupun modern.

Contoh Penerapan: Seorang mahasiswa melakukan studi literatur mengenai hukum zakat. Ia meninjau berbagai kitab hadis dan tafsir klasik untuk mengetahui perbedaan pendapat ulama mengenai nisab dan mekanisme pengumpulan zakat. Selanjutnya, mahasiswa mengaitkan temuan tersebut dengan praktik zakat modern di masyarakat.

D. Studi Literatur dalam Ilmu Sosial dan Humaniora

  1. Sumber Studi

Dalam ISH, sumber literatur meliputi:

    1. Jurnal akademik yang memuat artikel ilmiah terbaru.
    2. Buku teks dan buku referensi ilmiah.
    3. Laporan penelitian dan dokumen resmi terkait topik.
  1. Metode Analisis
    1. Review kritis: Mengevaluasi keandalan, validitas, dan relevansi sumber literatur.
    2. Sistematis: Mengelompokkan literatur berdasarkan tema, metodologi, atau hasil penelitian.
    3. Analitik: Menilai teori, metodologi, dan kesimpulan yang digunakan penulis.

 

  1. Tujuan
    1. Memetakan perkembangan ilmu dan teori dalam bidang tertentu.
    2. Mengidentifikasi gap penelitian atau pertanyaan yang belum terjawab.
    3. Menyusun kerangka teori untuk mendukung penelitian empiris baru.

Contoh Penerapan:

    Dalam penelitian mengenai pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik remaja, mahasiswa meninjau literatur terdahulu untuk menemukan tren penelitian, kesenjangan metodologi, serta hasil yang berbeda-beda. Hasil review ini menjadi dasar perumusan hipotesis dan desain penelitian baru.

E. Langkah-langkah Studi Literatur

  1. Identifikasi Topik. Menentukan topik yang spesifik dan relevan dengan tujuan penelitian.
  2. Pencarian Literatur. Menggunakan kata kunci, database ilmiah, perpustakaan, dan sumber pustaka terpercaya.
  3. Evaluasi dan Seleksi. Menilai relevansi, kualitas, dan kredibilitas sumber literatur.
  4. Analisis dan Sintesis. Mengelompokkan informasi berdasarkan tema, teori, metode, atau hasil penelitian, kemudian menyintesiskan temuan menjadi kerangka yang utuh.
  5. Penulisan Review
    1. Menyusun ringkasan literatur.
    2. Memberikan kritik dan komentar terhadap literatur yang ditinjau.
    3. Menyampaikan pandangan atau pendapat berdasarkan analisis literatur.

F. Tips Menyusun Studi Literatur yang Efektif

  1. Gunakan sumber yang relevan dan kredibel.
  2. Hindari plagiarisme dengan menyitir setiap sumber sesuai kaidah akademik.
  3. Buat catatan sistematis selama membaca literatur.
  4. Gunakan bahasa formal dan ilmiah, hindari opini yang tidak berdasar.
  5. Rangkum temuan secara tematis atau kronologis agar mudah dianalisis.

G. Kesimpulan

Studi literatur merupakan keterampilan fundamental yang harus dimiliki mahasiswa, baik dalam kajian Islam maupun ilmu sosial-humaniora. Dalam Islam, fokusnya adalah pada penafsiran dan analisis teks keagamaan untuk menemukan prinsip dan hukum yang relevan. Dalam ISH, fokusnya adalah pada review kritis literatur ilmiah untuk membangun pemahaman teori, memetakan penelitian terdahulu, dan menemukan gap penelitian.

Kedua bidang ini menekankan pentingnya pemahaman mendalam, analisis kritis, dan penyampaian hasil yang sistematis. Dengan penguasaan studi literatur, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan akademik, berpikir kritis, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Mahasiswa mampu mereview sebuah artikel serta menyampaikan pendapat terhadap artikel yang sudah dipelajari. Secara ringkas, kemampuan ini bisa dijabarkan menjadi beberapa poin:

  1. Mampu Memahami Isi Artikel
    1. Mahasiswa harus bisa membaca dan menangkap inti dari artikel: tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
    2. Memahami istilah-istilah khusus atau konsep penting yang digunakan penulis.
  1. Mampu Menganalisis dan Mengevaluasi
    1. Menilai keakuratan informasi, kekuatan argumen, dan logika penulis.
    2. Menentukan relevansi artikel terhadap topik atau bidang studi tertentu.
    3. Mengidentifikasi kekurangan, bias, atau asumsi yang mungkin ada.
  1. Mampu Mereview dengan Struktur yang Jelas
    1. Menyusun ringkasan singkat tentang artikel.
    2. Memberikan kritik konstruktif dan pendapat pribadi berdasarkan analisis.
    3. Menggunakan bahasa akademik yang jelas dan sistematis.
  1. Mampu Menyampaikan Pendapat
    1. Menyatakan setuju atau tidak setuju dengan argumen penulis dengan alasan yang kuat.
    2. Menghubungkan pendapat pribadi dengan teori, fakta, atau pengalaman lain.
    3. Menghindari opini yang tidak berdasar; setiap pendapat harus didukung logika atau bukti.

Studi literatur dalam Islam dan Ilmu Sosial Humaniora

1. Studi Literatur dalam Islam

Studi literatur dalam konteks Islam biasanya berkaitan dengan pengkajian teks-teks klasik maupun kontemporer seperti Al-Qur’an, Hadis, Tafsir, Fiqh, dan karya ulama lainnya. Tujuannya adalah memahami, menafsirkan, dan mengaplikasikan ilmu Islam.

Karakteristik:

  1. Sumber utama: Al-Qur’an, Hadis, karya ulama (kitab klasik atau modern).
  2. Metode:

1)    Tahlili: Analisis mendalam terhadap teks.

2)    Maudu’i: Kajian tematik, misalnya hukum Islam atau akhlak.

3)    Comparative: Membandingkan pendapat ulama berbeda.

  1. Pendekatan: Biasanya normatif (berdasarkan syariat dan nilai Islam) dan reflektif.
  2. Tujuan:

1)    Memahami konteks teks keagamaan.

2)    Menarik hukum, panduan, atau prinsip dari teks.

3)    Menghubungkan literatur klasik dengan isu kontemporer.

e.    Contoh: Studi literatur tentang hadits tentang zakat. Mahasiswa meninjau berbagai kitab hadis dan tafsir untuk memahami perbedaan pendapat ulama dan relevansinya hari ini.

2. Studi Literatur dalam Ilmu Sosial & Humaniora (ISH)

Dalam ISH, studi literatur lebih bersifat ilmiah dan analitis, bertujuan memahami teori, fenomena sosial, budaya, atau perilaku manusia berdasarkan karya ilmiah terdahulu.

Karakteristik:

  1. Sumber utama: Jurnal akademik, buku teks, artikel ilmiah, laporan penelitian.
  2. Metode:

1)    Review kritis: Mengevaluasi kualitas dan relevansi literatur.

2)    Sistematis: Mengelompokkan literatur berdasarkan tema, metode, atau hasil penelitian.

3)    Analitik: Menilai teori, metodologi, dan kesimpulan penulis sebelumnya.

  1. Pendekatan: Empiris, kritis, teoritis; menekankan evidence-based reasoning.
  2. Tujuan:

1)    Memetakan perkembangan ilmu.

2)    Menemukan gap penelitian untuk studi lebih lanjut.

3)    Menyusun kerangka teori atau landasan untuk penelitian baru.

e.    Contoh: Studi literatur tentang “pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik remaja.” Mahasiswa meninjau artikel jurnal untuk menemukan tren penelitian, metodologi yang digunakan, dan hasil yang beragam.

3. Persamaan dan Perbedaan

Aspek

Islam

Ilmu Sosial & Humaniora

Sumber

Al-Qur’an, Hadis, kitab klasik/ulama

Jurnal, buku akademik, laporan penelitian

Pendekatan

Normatif, reflektif

Empiris, kritis, analitis

Tujuan

Menarik prinsip, hukum, panduan dari teks

Memetakan literatur, menemukan gap penelitian, membangun teori

Metode Analisis

Tahlili, Maudu’i, comparative

Review kritis, sistematis, analitik

Hasil

Tafsir, kesimpulan hukum, penafsiran teks

Ringkasan temuan, kritik literatur, framework penelitian

KUIS: 

Studi Literatur dalam Islam dan Ilmu Sosial-Humaniora

A. Benar-Salah (Tulis B jika Benar, S jika Salah)

  1. Studi literatur hanya bertujuan untuk meringkas pustaka yang dibaca.
    Jawaban: S
  2. Dalam Islam, sumber studi literatur utama adalah Al-Qur’an dan Hadis.
    Jawaban: B
  3. Review literatur dalam Ilmu Sosial-Humaniora harus bersifat empiris dan kritis.
    Jawaban: B
  4. Studi literatur tidak perlu mencatat sumber referensi secara lengkap.
    Jawaban: S
  5. Metode tahlili dalam studi literatur Islam berarti analisis tematik terhadap teks.
    Jawaban: S (tahlili = analisis mendalam per teks)

B. Pilihan Ganda (Jawab A, B, C, atau D)

  1. Tujuan utama studi literatur dalam ISH adalah:
    A. Menafsirkan teks keagamaan
    B. Memetakan literatur dan menemukan gap penelitian
    C. Menghafal kitab klasik
    D. Menyebarkan ajaran moral
    Jawaban: B
  2. Berikut termasuk sumber literatur dalam ISH, kecuali:
    A. Jurnal ilmiah
    B. Buku akademik
    C. Kitab tafsir klasik
    D. Laporan penelitian
    Jawaban: C
  3. Metode maudu’i dalam studi literatur Islam adalah:
    A. Analisis mendalam tiap kata dalam teks
    B. Kajian tematik atau berdasarkan topik tertentu
    C. Mengumpulkan teks tanpa analisis
    D. Membandingkan dua literatur modern
    Jawaban: B
  4. Review literatur yang baik dalam ISH harus memenuhi syarat:
    A. Sistematis, kritis, dan analitik
    B. Random dan subjektif
    C. Hanya mencatat penulis terkenal
    D. Mengutip tanpa memahami isi
    Jawaban: A
  5. Contoh gap penelitian dalam ISH adalah:
    A. Menemukan perbedaan pendapat ulama klasik
    B. Menemukan topik yang belum banyak diteliti
    C. Membandingkan tafsir Al-Qur’an
    D. Menghafal hadis sahih
    Jawaban: B

C. Menjodohkan

Pasangkan kolom A dengan kolom B yang sesuai.

Kolom A:

  1. Tahlili
  2. Maudu’i
  3. Comparative
  4. Empiris
  5. Normatif

Kolom B:
A. Membandingkan pendapat ulama
B. Analisis mendalam per teks
C. Kajian tematik
D. Berdasarkan data dan bukti
E. Berdasarkan nilai dan aturan

Jawaban:
1 → B
2 → C
3 → A
4 → D
5 → E

D. Isian Singkat

  1. Studi literatur dalam Islam bertujuan untuk memahami ______________ dan hukum dari teks.
    Jawaban: prinsip
  2. Dalam ISH, literatur dijadikan dasar untuk menyusun ______________ penelitian.
    Jawaban: kerangka teori
  3. Metode analisis literatur dalam ISH biasanya bersifat ______________ dan kritis.
    Jawaban: sistematis
  4. Kajian literatur Islam bisa menggunakan metode ______________ untuk meninjau perbedaan pendapat ulama.
    Jawaban: comparative
  5. Salah satu langkah awal studi literatur adalah menentukan ______________ yang spesifik.
    Jawaban: topik

E. Pilihan Ganda Kompleks / Multiple Answer

  1. Manakah yang termasuk langkah analisis studi literatur? (Pilih semua yang benar)
    A. Evaluasi sumber
    B. Sintesis temuan
    C. Penulisan review
    D. Menghafal semua referensi
    Jawaban: A, B, C
  2. Berikut termasuk sumber literatur Islam:
    A. Al-Qur’an
    B. Hadis
    C. Kitab Fiqh
    D. Artikel jurnal politik
    Jawaban: A, B, C
  3. Fungsi studi literatur dalam ISH antara lain:
    A. Mengidentifikasi gap penelitian
    B. Meningkatkan pemahaman teori
    C. Menghafal kitab klasik
    D. Memetakan perkembangan ilmu
    Jawaban: A, B, D

F. Uraian Pendek

  1. Jelaskan perbedaan pendekatan studi literatur dalam Islam dan ISH!
    Jawaban Singkat: Pendekatan Islam bersifat normatif dan reflektif, menekankan hukum dan prinsip dari teks keagamaan, sedangkan ISH bersifat empiris dan kritis, menekankan analisis teori, data, dan temuan penelitian.
  2. Sebutkan tiga manfaat studi literatur bagi mahasiswa!
    Jawaban Singkat:
  • Memahami perkembangan teori dan konsep
  • Menemukan gap penelitian
  • Menyusun landasan teori penelitian
  1. Mengapa penting mencatat sumber literatur secara lengkap?
    Jawaban Singkat: Agar penelitian dapat diverifikasi, menghindari plagiarisme, dan memudahkan pembaca menelusuri referensi.
  2. Berikan contoh kajian literatur tematik dalam Islam!
    Jawaban Singkat: Studi literatur tentang hukum zakat dengan meninjau berbagai kitab hadis dan tafsir untuk memahami perbedaan pendapat ulama.
  3. Bagaimana cara menyintesiskan literatur dalam ISH?
    Jawaban Singkat: Dengan mengelompokkan literatur berdasarkan tema, metodologi, atau hasil penelitian, lalu merangkum kesimpulan utama secara sistematis.
  4. Apa yang dimaksud dengan “gap penelitian”?
    Jawaban Singkat: Topik atau pertanyaan yang belum banyak diteliti dan dapat menjadi dasar penelitian baru.
  5. Sebutkan satu metode analisis dalam studi literatur Islam selain tahlili dan maudu’i!
    Jawaban Singkat: Comparative

 

Comments

BELAJAR (ILMU) PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pemahaman terhadap Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Konsep dasar dan ruang lingkup Islam dalam Ilmu Sosial Humaniora

Sejarah Perkembangan Ilmu Sosial dalam Islam & Tokoh-tokoh Islam dalam Ilmu Sosial

Pendekatan Ilmu Sosial dalam Islam & Metodologi dalam kajian sosial- keislaman

Studi Kasus dan Analisis Sosial–Keislaman dalam Kehidupan Masyarakat